Luma Hadirkan Ray3 Modify, AI untuk Modifikasi Video dengan Performa Aktor Otentik
Teknologi
Kecerdasan Buatan
18 Des 2025
259 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Model Ray3 Modify memungkinkan pengeditan video dengan mempertahankan performa aktor.
Pengguna dapat memberikan referensi karakter untuk mengubah penampilan aktor dalam footage.
Luma AI mendapatkan pendanaan signifikan untuk pengembangan teknologi AI mereka.
Luma, perusahaan AI yang didukung oleh a16z, meluncurkan model baru bernama Ray3 Modify yang memungkinkan para kreator mengedit video sambil mempertahankan performa asli aktor. Model ini menggunakan referensi gambar karakter untuk mengubah penampilan tanpa mengubah gerakan atau ekspresi asli yang terekam.
Model ini juga memberi pilihan kepada pengguna untuk menentukan frame awal dan akhir dalam video, sehingga mendukung pembuatan transisi yang mulus dan pengontrolan gerakan karakter secara halus. Dengan fitur ini, studio kreatif dapat mengubah lokasi, kostum, dan bahkan situasi secara digital tanpa perlu melakukan pengambilan gambar ulang.
Ray3 Modify hadir dalam platform Dream Machine dan merupakan pengembangan dari fitur pengeditan video AI yang sebelumnya diluncurkan oleh Luma pada Juni 2025. Model ini dianggap solusi inovatif yang bisa memenuhi kebutuhan para kreator dalam menggabungkan teknologi generatif dengan performa manusia yang natural.
Dukungan finansial dari pendanaan segar senilai 900 juta dolar yang dipimpin oleh Humain dari Arab Saudi menunjukkan keyakinan pasar terhadap teknologi ini. Selain itu, Luma berencana membangun cluster AI berkapasitas besar di Arab Saudi untuk mendukung pengembangan dan operasional produk mereka.
Dengan teknologi ini, masa depan produksi video tampak lebih cerah dengan adanya alat yang memungkinkan modifikasi kreatif yang cepat dan autentik. Studio dan pelaku kreatif dapat berkarya dengan cara yang lebih inovatif dan efisien berkat campur tangan teknologi AI canggih.
Analisis Ahli
Amit Jain
Ray3 Modify memungkinkan kreativitas tanpa batas dengan tetap menghargai performa dan detail manusia, menjadikan produksi video lebih efisien dan imaginatif.
