China Larang Platform Paksa Harga Terendah, Atur Algoritma Agar Adil
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
17 Des 2025
292 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Regulator Tiongkok memperingatkan platform e-commerce terhadap praktik harga terendah yang mungkin melanggar hukum antitrust.
Draf pedoman SAMR menargetkan algoritma yang tidak transparan dan berpotensi merugikan pedagang.
SAMR mendorong pengembangan algoritma yang lebih baik untuk menghindari monopoli dan melindungi konsumen.
Pihak regulator di China, SAMR, memperingatkan platform internet agar tidak memaksa pedagang untuk menjual dengan harga terendah di seluruh internet. Jika melanggar, mereka bisa dikenai tindakan hukum terkait persaingan usaha yang tidak sehat.
Dalam draft pedoman antitrust terbaru, SAMR mengidentifikasi delapan pelanggaran potensial dalam perilaku platform digital, termasuk praktik harga terendah yang merugikan banyak pihak.
Regulator juga menyoroti pentingnya kejelasan dan transparansi dalam penggunaan algoritma oleh platform agar tidak ada kerugian yang diberikan kepada konsumen atau pedagang secara tidak adil.
Proses konsultasi publik untuk pedoman baru ini telah selesai pada akhir November, dan SAMR sedang mempercepat penerbitan versi final agar pedoman tadi segera diterapkan.
SAMR berharap platform dapat mengembangkan algoritma yang bersifat ‘benevolent’ atau ramah pengguna serta melakukan audit berkala untuk mencegah monopoli algoritma yang dapat merusak persaingan pasar.
Analisis Ahli
Margrethe Vestager
Regulasi semacam ini sangat penting untuk menjaga ekosistem digital yang sehat dan menjamin persaingan yang adil di pasar, terutama dalam konteks mengontrol kekuatan platform besar.

