Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Hati-Hati, Windows 10 Bisa Terpaksa Upgrade ke Windows 11 Tanpa Bisa Dibatalkan

Teknologi
Pengembangan Software
software-development (4mo ago) software-development (4mo ago)
14 Des 2025
299 dibaca
2 menit
Hati-Hati, Windows 10 Bisa Terpaksa Upgrade ke Windows 11 Tanpa Bisa Dibatalkan

Rangkuman 15 Detik

Microsoft tidak memaksa upgrade ke Windows 11, tetapi banyak pengguna dapat terjebak dalam upgrade tanpa sadar.
Pengguna Windows 10 yang tidak terdaftar dalam ESU berisiko tinggi terhadap serangan keamanan.
Penting untuk berhati-hati dalam memilih opsi pembaruan agar tidak terjebak dalam proses upgrade yang tidak diinginkan.
Microsoft menyatakan bahwa mereka tidak memaksa pengguna Windows 10 untuk beralih ke Windows 11. Namun, kenyataannya, ada situasi di mana upgrade ke Windows 11 bisa mulai terpasang tanpa disengaja jika pengguna salah mengklik opsi tertentu. Lebih buruknya, ketika proses upgrade dimulai, opsi untuk menghentikan atau menjeda pembaruan sering kali tidak tersedia, membuat pengguna tidak bisa membatalkan upgrade. Masalah ini terjadi khusus pada PC Windows 10 yang tidak terdaftar dalam program Extended Security Updates (ESU). Pada sistem seperti ini, opsi untuk menjeda pembaruan selama 7 hari biasanya terlihat pudar dan tidak bisa digunakan. Biasanya, opsi ini hanya akan hilang jika pengguna sudah menggunakan fitur jeda berulang kali atau jika kebijakan organisasi membatasinya, sehingga keanehan ini menimbulkan kekhawatiran. Bagi pengguna Windows 10 yang belum mengikuti program ESU tapi PC-nya mendukung Windows 11, sangat disarankan untuk segera upgrade karena risiko keamanan meningkat akibat banyaknya celah yang tak ditambal di versi Windows 10 yang tidak didukung. Program ESU sendiri sebenarnya bisa diperoleh secara gratis dan memberikan perpanjangan dukungan keamanan, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mendaftar. Microsoft juga mengubah tampilan antarmuka pembaruan. Opsi untuk mendaftar ESU yang biasanya ada di bawah tombol periksa pembaruan kini dipindahkan ke pojok kanan atas, dan digantikan oleh ajakan untuk mengunduh dan memasang Windows 11 versi terbaru. Hal ini tampak seperti upaya halus untuk mendorong pengguna dengan PC kompatibel supaya mengambil langkah upgrade ke Windows 11. Saat ini masih ada sekitar 500 juta PC yang menjalankan Windows 10 dan berpotensi untuk meng-upgrade ke Windows 11. Banyak pengguna yang memilih tidak upgrade bukan karena kendala hardware. Karena itu, wajar jika Microsoft mencoba berbagai cara untuk mendorong migrasi ke Windows 11 demi keamanan dan dukungan yang lebih baik.

Analisis Ahli

Paul Thurrott
Kebijakan Microsoft ini memang berniat mendorong adopsi Windows 11, tapi sebaiknya Microsoft lebih transparan agar pengguna merasa memiliki kontrol dan tidak terpaksa.
Mary Jo Foley
Memang terlihat seperti strategi halus untuk memaksa migrasi, namun keterbatasan opsi jeda buat pengguna biasa sangat mengkhawatirkan.