Rivian Siap Luncurkan Mobil R2 dengan Teknologi Mengemudi Otonom 2026
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
12 Des 2025
216 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Rivian akan memperkenalkan model R2 dengan fitur mengemudi otomatis yang lebih canggih.
Perusahaan berinvestasi dalam teknologi sensor untuk meningkatkan keselamatan dan akurasi dalam mengemudi otomatis.
Rivian berusaha untuk meningkatkan penjualan dengan menawarkan kendaraan yang lebih terjangkau dan meningkatkan fungsionalitas otonom.
Rivian, perusahaan kendaraan listrik yang dipimpin oleh RJ Scaringe, berencana untuk menghadirkan teknologi mengemudi mandiri yang lebih canggih pada model mobil barunya, R2, yang akan diluncurkan pada awal tahun 2026. Teknologi ini memungkinkan kendaraan untuk mengemudi sendiri dari alamat satu ke alamat lain tanpa bantuan pengemudi.
Untuk mencapai hal ini, Rivian akan menambahkan perangkat keras seperti kamera berkualitas 65 megapiksel, radar utama dan radar di setiap sudut mobil, serta sensor lidar di bagian depan yang terintegrasi dengan atap. Sistem komputasi dan chip yang dikembangkan sendiri juga akan mendukung fitur ini.
Teknologi Rivian ini berbeda dengan pendekatan Tesla yang hanya mengandalkan kamera resolusi rendah. Penggunaan radar dan lidar oleh Rivian diyakini dapat meningkatkan keselamatan dan kemampuan kendaraan dalam mendeteksi kondisi jalan dan lingkungan sekitarnya secara lebih akurat dan detail.
Fitur baru ini juga memungkinkan kendaraan untuk berfungsi sebagai robotaksi di masa depan, memperluas peluang bisnis selain kendaraan yang dimiliki dan digunakan secara pribadi. Ini sejalan dengan visi Rivian yang ingin bersaing di pasar rideshare dan kendaraan otonom.
Meskipun demikian, kabar ini belum memberikan dampak positif pada harga saham Rivian yang justru mengalami penurunan sekitar 1,4% di pasar saham Nasdaq, yang menunjukkan tantangan pasar yang masih harus dihadapi perusahaan.
Analisis Ahli
Vidya Rajagopalan
Kombinasi kamera, radar, dan lidar sangat penting untuk mengatasi keterbatasan kamera dalam kondisi pencahayaan yang tidak ideal dan menangani situasi ekstrem (edge cases) dengan lebih aman.