Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Google DeepMind dan Apptronik Ciptakan Robot Humanoid Serba Bisa untuk Rumah

Teknologi
Robotika
Forbes Forbes
11 Des 2025
85 dibaca
2 menit
Google DeepMind dan Apptronik Ciptakan Robot Humanoid Serba Bisa untuk Rumah

Rangkuman 15 Detik

Pengembangan robot humanoid semakin maju dengan kolaborasi antara AI dan perangkat keras.
Robot saat ini masih memiliki keterbatasan dalam kecepatan dan efisiensi dalam menyelesaikan tugas sehari-hari.
Keamanan dan kemampuan adaptasi robot adalah faktor penting untuk memastikan penggunaannya di lingkungan rumah.
Google DeepMind bersama Apptronik telah memperlihatkan robot Apollo yang mampu mengikuti perintah suara dan mengerjakan tugas rumah tangga seperti memasukkan roti ke dalam kantong dan menyortir cucian. Robot ini dapat beradaptasi dengan objek yang belum pernah ia temui sebelumnya, menunjukkan kemajuan signifikan dalam kecerdasan buatan dan hardware robotik. Teknologi yang digunakan termasuk Gemini Robotics, sebuah versi AI Gemini khusus untuk robot yang dapat bekerja di berbagai bentuk robot tanpa perlu pelatihan ulang. Hal ini memudahkan integrasi algoritma cerdas ke dalam robot yang berbeda, memperluas kemampuan dan kegunaan teknologi tersebut. Meski robot telah menunjukkan kemampuan yang mengesankan, kecepatan geraknya masih lambat dan terkadang canggung. Mereka belum mampu melakukan tugas-tugas rumit yang memerlukan ketangkasan tinggi, seperti menutup kantong Ziploc, yang menjadi tantangan besar di dunia nyata. Perkembangan ini didukung oleh investasi besar dari Google sebesar Rp 6.73 miliar ($403,000) ,000 di Apptronik dan kolaborasi intensif antara pengembang hardware dan AI. Perkembangan cepat dalam dua tahun terakhir menandai potensi besar dalam otomatisasi tugas rumah tangga dan pekerja serba guna di masa depan. Namun, tantangan terbesar masih ada pada peningkatan kecepatan hardware, efisiensi data untuk pelatihan AI, dan jaminan keselamatan saat robot berada di lingkungan rumah yang penuh dengan manusia, hewan peliharaan, dan benda-benda rapuh seperti piring porselen.

Analisis Ahli

Hannah Fry
Kemampuan robot memahami konteks dan semantik adalah terobosan besar yang sebelumnya tak terbayangkan, meskipun gerakannya masih agak kaku dan lambat.
Kanishka Rao
Robot saat ini memerlukan banyak data untuk belajar, jadi diperlukan terobosan agar pembelajaran lebih efisien dalam menghadapi tugas-tugas baru.
Google DeepMind Robotics Lab
Menggabungkan hardware dan AI memungkinkan pembuatan robot yang fleksibel dan mampu belajar beradaptasi dengan cepat pada objek dan lingkungan baru.