Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kacamata Pintar dan AI: Bingungnya Terminologi Teknologi Masa Depan

Teknologi
Gadgets dan Wearable
gadgets-and-wearable (3mo ago) gadgets-and-wearable (3mo ago)
10 Des 2025
181 dibaca
2 menit
Kacamata Pintar dan AI: Bingungnya Terminologi Teknologi Masa Depan

Rangkuman 15 Detik

Istilah untuk kacamata pintar sedang berkembang, dengan 'kacamata AI' menjadi populer meskipun tidak semua setuju.
Ada ketidakjelasan dalam taksonomi produk yang berkaitan dengan realitas tertambah dan virtual, karena batasan antara kacamata dan headset semakin kabur.
Penggunaan kacamata pintar dan headset tergantung pada konteks, dengan kacamata AI lebih cenderung digunakan sepanjang hari dan headset untuk penggunaan sesekali.
Perkembangan teknologi kacamata pintar kini menyebabkan perdebatan besar soal bagaimana seharusnya perangkat ini disebut. Dari smart glasses yang dulu populer, kini muncul istilah AI glasses, AR glasses, bahkan wired XR glasses, yang belum sepenuhnya disepakati oleh para pelaku industri teknologi dan riset. Perubahan istilah ini mencerminkan pergeseran fungsi dan fitur perangkat tersebut. Meta misalnya, ingin agar produk Ray-Ban Meta glasses disebut AI glasses agar konsumen tahu ini berbeda dari Google Glass dulu. Dengan menekankan AI, Meta berharap konsumen melihat nilai tambah perangkat ini, bukan sekadar sebagai alat realitas tertambah biasa. Namun, Google sendiri hanya menggunakan istilah AI glasses untuk produk tertentu yang memenuhi kriteria gaya dan integrasi AI, sementara Project Aura disebut sebagai wired XR glasses karena penggunaan perangkat pendukung berbasis kabel. Perusahaan seperti Xreal menggolongkan produk mereka sebagai AR glasses, dan bahkan riset dari Gartner, Counterpoint Research, dan IDC menunjukkan perbedaan definisi signifikan tentang apa itu smart glasses atau AI glasses. Banyak yang sepakat bahwa bentuk perangkat kini tidak lagi bisa jadi indikator pasti kategori—kacamata atau headset bisa mengusung fungsi dan pengalaman berbeda, dari penggunaan harian hingga sesi episodik. Para ahli dan pebisnis menyadari sedang terjadi pergeseran mendasar, dari pembagian tradisional antara VR, AR, dan MR, menuju pemahaman yang lebih kompleks dimana teknologi AI menjadi fitur utama. Biasanya, kacamata dengan AI didesain untuk dipakai sepanjang hari dengan interaksi singkat seperti mengelola notifikasi, sedangkan headset untuk pemakaian lebih panjang dan fokus pada pekerjaan atau hiburan. Meski istilah seperti AI glasses masih kontroversial dan belum final, diyakini bahwa ke depan akan muncul klasifikasi perangkat yang lebih jelas berdasarkan fitur, fungsi, dan waktu penggunaan. Hal ini penting agar pengguna mudah memahami perangkat yang mereka pilih dan produsen dapat menyesuaikan produk mereka sesuai kebutuhan pasar.

Analisis Ahli

Juston Payne
AI glasses harus stylish dan ringan dengan AI sebagai bagian integral pengalaman pengguna, membedakan perangkat dari headset berat dan episodik.
Chi Xu
Semua produk kacamata pintar dari perusahaannya akan dikategorikan sebagai AR glasses, meskipun secara fungsi mungkin termasuk mixed reality.