AI summary
Gunung api dormant dapat kembali meletus setelah periode panjang tanpa aktivitas. Indonesia memiliki banyak gunung api yang meningkatkan risiko bagi penduduk yang tinggal di sekitarnya. Penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang dinamika gunung api untuk mengurangi risiko bencana. Gunung api dibagi menjadi tiga kategori utama yaitu aktif, dormant, dan extinct (padam) berdasarkan aktivitas erupsi dan sistem magma yang mendukungnya. Gunung aktif pernah meletus dalam 11.650 tahun terakhir dan masih memiliki potensi erupsi, meski tidak harus meletus saat ini.Ada gunung dormant, yang tidak meletus dalam ribuan tahun tapi masih memiliki potensi bangkit sewaktu-waktu. Contohnya Gunung Sinabung yang meletus lagi setelah 400 tahun dan Gunung Hayli Gubbi di Ethiopia yang meletus setelah lebih dari 12.000 tahun.Gunung dormant ini terbagi dalam subkategori restless volcano, yang menunjukkan aktivitas magmatik di bawah permukaan walau belum erupsi. Di Indonesia, sekitar 30 gunung api tipe B yang termasuk dalam kelompok ini tersebar di Sumatra, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, dan Maluku.Kategori extinct adalah gunung yang pasokan magma di dalamnya sudah habis dan tidak berpotensi meletus lagi, seperti Gunung Baluran di Jawa Timur. Indonesia memiliki 127 gunung api, jumlah terbanyak di dunia sekitar 16%.Namun, risiko bencana tetap tinggi mengingat hampir 29 juta orang tinggal dekat kawah gunung api aktif. Kurangnya sistem pemantauan yang memadai membuat pentingnya edukasi dan pemahaman masyarakat terkait gunung api sebagai kunci hidup harmonis di kawasan ring of fire.
Sebagai ahli vulkanologi, saya melihat perlu adanya peningkatan teknologi pemantauan untuk gunung api tipe B di Indonesia yang selama ini kurang mendapat perhatian serius. Kalau tidak ada usaha nyata untuk memahami perilaku gunung dormant, risiko bencana vulkanik bagi masyarakat di sekitar kawasan ring of fire akan terus meningkat dan sulit dikendalikan.