TLDR
Konsumsi listrik dari pusat data diperkirakan akan meningkat pesat, terutama karena kebutuhan infrastruktur AI. Reaktor modular kecil menawarkan solusi potensial untuk penyediaan energi yang stabil dan rendah emisi untuk pusat data. Tantangan dalam pengelolaan limbah nuklir masih menjadi isu penting yang harus diselesaikan sebelum penerapan luas SMR. Konsumsi listrik dari pusat data di seluruh dunia terus meningkat dengan cepat, terutama karena permintaan yang tinggi dari infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Pada tahun 2024, konsumsi listrik dari pusat data mencapai sekitar 415 terawatt-jam, yang merupakan 1,5% dari total konsumsi listrik global. Pertumbuhan ini terus berlanjut dengan perkiraan peningkatan sekitar 15% per tahun hingga tahun 2030, jauh lebih tinggi dibandingkan sektor lain.Untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus membesar tersebut dengan cara yang ramah lingkungan, teknologi reaktor nuklir modular kecil atau Small Modular Reactors (SMR) semakin diminati, terutama di Amerika Serikat. SMR memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding reaktor nuklir konvensional dan dapat diproduksi di pabrik, lalu dipasang di lokasi yang membutuhkan, sehingga lebih efisien dan cepat dibangun.SMR menghasilkan listrik melalui pembelahan atom dan menggunakan berbagai media pendingin seperti air, logam cair, atau garam cair untuk menghasilkan uap yang menggerakkan turbin. Teknologi ini memiliki fitur keselamatan pasif dan menghasilkan limbah serta panas yang lebih sedikit dibanding reaktor besar, sehingga berpotensi mengurangi risiko kecelakaan nuklir.Meskipun SMR tampak menjanjikan, banyak tantangan masih harus diatasi, seperti pembaruan regulasi keselamatan, pengelolaan limbah radioaktif, dan protokol transportasi bahan radioaktif. Di Amerika Serikat, sementara proyek SMR sudah mulai dikembangkan oleh universitas dan perusahaan teknologi besar, penanganan limbah nuklir masih menjadi masalah yang belum terselesaikan.Beberapa proyek percontohan SMR dan microreaktor yang dikembangkan oleh universitas dan mitra swasta sedang berjalan, termasuk rencana dari Amazon dan X-energy untuk menyediakan tenaga bebas karbon ke pusat data AI. Ini menandai langkah maju yang penting untuk mengkombinasikan kebutuhan energi tinggi dengan kelestarian lingkungan di masa depan.