TLDR
Krisis makanan yang dihadapi oleh pikiran kolektif tidak dapat diabaikan. Kesepakatan yang memerlukan persetujuan untuk prosedur invasif menunjukkan tantangan moral yang dihadapi karakter. Perjalanan dan pertemuan antara Carol dan Manousos menjadi kunci dalam perkembangan cerita. Pluribus adalah serial sci-fi yang mengangkat kisah dunia pasca wabah virus yang mengubah manusia menjadi satu kesatuan pikiran atau hive mind yang damai. Tokoh utama, Carol, adalah salah satu manusia yang masih bertahan hidup sebagai individu dan merasa sangat tidak nyaman dengan keadaan baru tersebut.Salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh hive mind adalah krisis pangan. Karena tidak bisa menyakiti tanaman, mereka mengalami kekurangan kalori yang serius. Solusi sementara yang ditemukan adalah mengonsumsi Human Derived Protein (HDP), yakni daging dari manusia yang telah meninggal secara alami.Carol mengetahui bahwa hive mind ingin menggabungkan survivor lain seperti dia ke dalam sistem mereka, namun hal ini membutuhkan prosedur invasive yang memerlukan persetujuan. Carol menolak untuk memberikan izin ini, menandakan adanya konflik yang akan berlanjut di antara mereka.Manousos, yang juga salah satu survivor, kini bersiap melakukan perjalanan panjang dari Paraguay menuju Albuquerque untuk bertemu dengan Carol. Mereka berdua memiliki visi serupa tentang perlunya melawan dominasi hive mind yang mengorbankan kemanusiaan.Sementara itu, Mr. Diabaté, meskipun menyadari masalah yang dihadapi hive, memilih untuk menikmati hidup mewahnya dan tampaknya belum benar-benar merasakan urgensi krisis tersebut. Ini menimbulkan pertanyaan seberapa lama situasi ini dapat bertahan tanpa perubahan besar.