TLDR
Produksi bahan bakar garam cair untuk reaktor cepat merupakan pencapaian penting dalam teknologi nuklir. Proyek MCRE berpotensi merevolusi sistem propulsi nuklir di sektor maritim. Dukungan dari industri swasta dan pemerintah mempercepat pengembangan inovasi reaktor nuklir di AS. Para peneliti di Idaho National Laboratory (INL) berhasil memproduksi batch pertama bahan bakar garam uranium klorida dengan tingkat konversi uranium metal 95 persen. Hal ini menandai kemajuan besar karena sebelumnya proses ini memakan waktu lebih dari seminggu dan konversi rendah.Batch bahan bakar ini adalah yang pertama untuk reaktor spektrum cepat berbasis garam cair, teknologi yang menggantikan batang bahan bakar padat dan pendinginan air dengan garam cair yang mengandung bahan fisi. Teknologi ini menjanjikan efisiensi bahan bakar lebih tinggi dan keamanan yang lebih baik.Proyek Molten Chloride Reactor Experiment (MCRE) merupakan upaya kolaborasi publik-swasta yang didukung oleh Departemen Energi AS. Reaktor ini direncanakan beroperasi di lot test baru LOTUS di Idaho pada tahun 2030, menandai langkah awal menuju pengujian reaktor canggih di AS.Selain penerapan untuk pembangkit listrik darat, reaktor garam cair ini juga menarik minat sektor maritim. Sistem propulsi nuklir berbasis garam cair bisa menyediakan tenaga tahan lama tanpa perlu pengisian bahan bakar, dan tanpa emisi selama operasi kapal.Dengan dukungan yang kuat dari pemerintah dan industri, teknologi reaktor garam cair canggih ini diharapkan dapat memperkuat posisi AS sebagai pemimpin global dalam inovasi nuklir dan membuka jalan bagi komersialisasi reaktor baru dalam dekade mendatang.