TLDR
Samsung telah meningkatkan keamanan Galaxy S21 dengan pembaruan baru. Pembaruan ini melindungi pengguna dari ancaman seperti 'juice jacking'. Pengguna perangkat lama disarankan untuk mencari perangkat baru yang mendapatkan pembaruan lebih rutin. Samsung baru-baru ini menghadapi banyak kritik karena lambatnya pembaruan sistem dan proses upgrade yang rumit untuk ponsel pintar mereka, khususnya untuk versi One UI terbaru. Banyak pengguna merasa kecewa karena waktu perangkat mereka tidak bisa dipakai saat update berlangsung begitu lama.Namun, ada kabar baik untuk pemilik Galaxy S21 yang kini sudah berumur lima tahun. Meskipun pembaruan perangkat lunak reguler sudah dipangkas dari bulanan menjadi triwulanan, Samsung justru telah mengeluarkan tiga pembaruan penting dalam tiga bulan terakhir.Pembaruan terbaru membawa patch keamanan untuk bulan November 2025 yang berfokus pada peningkatan keamanan sistem dan stabilitas. Salah satu fitur penting adalah perlindungan ekstra pada sensor sidik jari agar tidak bisa diakses oleh pihak yang tidak berwenang.Selain itu, Samsung juga meningkatkan keamanan saat menghubungkan ponsel ke perangkat lain melalui kabel USB. Fitur ini membantu mencegah serangan juice jacking, yaitu pencurian data melalui titik pengisian daya publik yang sering ditemui di bandara, hotel, dan tempat lain selama musim liburan.Meskipun Samsung masih memperbaiki keamanan ponsel lama, pengguna disarankan untuk beralih ke perangkat yang mendapatkan pembaruan rutin bulanan agar tetap aman dan mendapatkan performa terbaik.
Mempertahankan pembaruan keamanan pada perangkat yang sudah berumur lima tahun memang membantu memperpanjang umur pakai, tapi pengurangan frekuensi update membuat pengguna lebih rentan terhadap ancaman terbaru. Samsung seharusnya memperbaiki kecepatan dan kemudahan proses update agar pengalaman pengguna menjadi jauh lebih baik, bukan hanya mengandalkan patch pengaman yang jarang.