Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kenapa Grip Kamera Sony Masih Bikin Sakit Jari Setelah Digunakan Lama?

Teknologi
Gadgets dan Wearable
gadgets-and-wearable (4mo ago) gadgets-and-wearable (4mo ago)
03 Des 2025
40 dibaca
2 menit
Kenapa Grip Kamera Sony Masih Bikin Sakit Jari Setelah Digunakan Lama?

Rangkuman 15 Detik

Desain ergonomi kamera Sony masih dianggap kurang nyaman untuk penggunaan jangka panjang.
Meskipun ada peningkatan, grip kamera terbaru seperti A7 V masih mengundang kritik dari pengguna.
Kualitas autofocus Sony tetap menjadi faktor utama yang menarik fotografer meskipun ada isu ergonomi.
Penulis mengungkap rasa frustrasinya terhadap desain grip kamera Sony yang kurang nyaman, terutama pada model-model profesional terbaru seperti A9 III dan A7 V. Meskipun Sony meningkatkan ketinggian dan kontur grip, rasa sakit pada bagian jari tetap dialami saat penggunaan lama, khususnya dalam acara pemotretan pernikahan yang bisa berlangsung berturut-turut seharian penuh. Sony A7 V yang baru dirilis justru dianggap memiliki desain grip yang paling kurang nyaman dibandingkan dengan seri flagship seperti A1 II. Kamera ini dirancang untuk pasar yang lebih luas tetapi grip-nya lebih kecil dan kurang ergonomis dibandingkan model pro yang lebih mahal, menunjukkan bahwa Sony belum sepenuhnya memprioritaskan kenyamanan fisik pengguna dalam pengembangannya. Penulis membandingkan Sony dengan pesaing lainnya seperti Nikon Z8 dan Canon R6 Mark III yang menawarkan grip lebih besar, kontur lembut, serta bahan yang lebih nyaman untuk tangan, meskipun ukuran kamera mereka serupa. Ini membuat Sony terlihat kalah dari segi ergonomi yang sangat penting ketika digunakan dalam waktu panjang. Meski demikian, penulis masih memilih menggunakan Sony karena autofocus-nya yang superior dan ekosistem lensa yang sudah dimiliki. Keunggulan ini sangat penting dalam fotografi profesional dimana ketepatan dan kecepatan menangkap momen krusial sangat dibutuhkan. Namun penulis menegaskan bahwa kenyamanan penggunaan seharusnya tidak diabaikan dalam kamera sekelas pro. Sony sudah mulai memperhatikan masalah ergonomi sejak kamera A9 III, tetapi perubahan yang dilakukan masih terlalu sedikit dan belum cukup untuk menghilangkan rasa sakit yang sering dialami. Pembaca diajak untuk lebih kritis dalam memilih kamera tidak hanya berdasarkan fitur teknis, tapi juga bagaimana kamera itu terasa saat digunakan dalam sesi pemotretan panjang.

Analisis Ahli

Antonio G. Di Benedetto
Sony telah membuat langkah perbaikan ergonomi sejak 2023, tapi perubahan tersebut masih terlalu minor dan tidak cukup untuk menghilangkan rasa sakit fisik yang dialami pengguna dalam pemotretan profesional jangka panjang.