TLDR
Mirumi adalah robot kecil yang dirancang untuk memberi kebahagiaan dengan penampilan yang menggemaskan. Harga preorder Mirumi lebih tinggi dari yang diperkirakan awalnya, dengan berbagai pilihan warna. Pengiriman Mirumi diharapkan berlangsung pada April 2026, meskipun mungkin ada penundaan. Mirumi adalah robot kecil yang diperkenalkan oleh Yukai Engineering di CES 2025 sebagai robot pendamping yang mengutamakan tampilan lucu dan kepribadian penasaran. Robot ini tidak memiliki fungsi praktis seperti robot pembersih, melainkan bertugas untuk menghibur dan membawa senyum bagi penggunanya.Harga Mirumi sempat direncanakan sekitar 70 dolar, tetapi karena berbagai perubahan kondisi global, harganya kini sekitar 118 dolar hingga 150 dolar tergantung waktu pemesanan. Mirumi tersedia dalam tiga pilihan warna yang menarik yakni abu-abu, merah muda, dan gading.Mirumi dipasang dengan lengan panjang yang bisa melekat di tali tas atau pegangan, dan robot ini bisa memutar kepala serta menatap sekeliling dengan cara yang membuatnya tampak penasaran. Ia juga dilengkapi sensor jarak yang membuatnya bisa memperhatikan orang terdekat dan merespons dengan ekpresi malu seolah bayi kecil.Meski fungsinya terbatas, hal ini justru menjadi daya tarik unik Mirumi karena kehadirannya yang sederhana dan kemampuan meningkatkan suasana hati tanpa gangguan teknologi rumit. Namun, seperti produk crowdfunding pada umumnya, pengiriman baru akan mulai dilaksanakan paling cepat pada April 2026 dengan kemungkinan adanya penundaan.Dengan keunikan tersebut, Mirumi menawarkan perspektif baru tentang bagaimana robot pendamping bisa berperan dalam kehidupan sehari-hari dengan fokus pada interaksi sosial emosional. Hal ini membuka peluang bagi produk sejenis yang mengutamakan fungsi sebagai teman yang menghibur daripada perangkat multifungsi.
Mirumi menunjukkan bahwa tidak semua robot perlu canggih dari segi fungsi untuk bisa diterima dan dicintai pasar; terkadang desain dan interaksi emosional yang sederhana malah jadi daya tarik terbesar. Namun, harga yang meningkat signifikan mungkin menjadi tantangan bagi adopsi massal robot ini di segmen konsumen biasa.