Komet Antar Bintang 3I/ATLAS Mengeluarkan Gunung Api Es Saat Mendekat Matahari
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
02 Des 2025
227 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Komet 3I/ATLAS memiliki kemiripan dengan objek trans-Neptunian di tata surya kita.
Aktivitas cryovolcanism pada komet ini menunjukkan perilaku yang menarik saat mendekati matahari.
Studi tentang komet antar bintang dapat memberikan wawasan tentang kondisi di sistem bintang lain dan sejarah kosmik.
Kometa 3I/ATLAS adalah komet antar bintang ketiga yang pernah ditemukan, menarik banyak perhatian karena merupakan tamu dari luar tata surya kita. Saat mendekat matahari, komet ini menunjukkan aktivitas tak biasa yakni munculnya 'gunung berapi es' yang memuntahkan gas dan debu ke luar angkasa.
Para peneliti dari Institut Ilmu Antariksa di Spanyol menggunakan teleskop Joan Oró untuk mengamati komet tersebut. Mereka menemukan bahwa saat komet berada sekitar 378 juta kilometer dari matahari, es kering di permukaannya mulai menyublim, memicu aktivitas cryovolcanism yang serupa dengan fenomena di objek trans-Neptunus di tata surya kita.
Analisis spektrum cahaya yang dipancarkan oleh komet ini dibandingkan dengan meteorit karbonakese dari Antartika menunjukkan kemiripan komposisi material, termasuk keberadaan logam alami seperti besi dan nikel. Ini mengindikasikan bahwa meskipun 3I/ATLAS berasal dari sistem bintang lain, bahan penyusunnya mirip dengan objek-objek di tata surya kita.
Komet ini memiliki diameter antara 440 meter sampai 5,6 kilometer dan bergerak dengan kecepatan sangat tinggi yakni sekitar 221.000 kilometer per jam. Kecepatan ini menyebabkan komet tidak terikat oleh gravitasi matahari dan memastikan asal usulnya dari luar sistem kita.
Penelitian tentang 3I/ATLAS berperan penting tidak hanya untuk memahami komposisi dan sejarah benda antar bintang, tetapi juga untuk mempersiapkan strategi menghadapi potensi bahaya tumbukan. Selain itu, komet ini merupakan kapsul waktu berharga yang menyimpan informasi kimia tentang lingkungan antariksa di bagian lain galaksi.
Analisis Ahli
Josep Trigo-Rodríguez
Komet antar bintang ini menjadi jendela langka untuk menjelajahi kimia dan fisika di sistem bintang lain, serta potensi adanya bahan pembentuk kehidupan yang tersebar di galaksi.

