AI summary
Telkomsel mempersiapkan jaringan untuk menghadapi lonjakan trafik data selama Natal dan Tahun Baru. Penggunaan teknologi 5G dan AI di jaringan diharapkan meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Pelanggan dapat menikmati penawaran spesial dan bundling layanan selama periode tersebut. Telkomsel memprediksi adanya lonjakan penggunaan data yang signifikan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Peningkatan ini terutama terjadi pada layanan video streaming, media sosial, dan game online, yang menjadi favorit masyarakat saat momen libur panjang.Untuk mengatasi lonjakan trafik data ini, Telkomsel telah melakukan optimalisasi jaringan 4G dan 5G di sekitar 437 titik keramaian, seperti pusat perbelanjaan, jalur mudik, bandara, pelabuhan, area residensial, dan tempat ibadah. Upaya ini dilakukan agar layanan tetap lancar dan pelanggan tidak mengalami gangguan.Telkomsel menyiagakan 15 posko khusus pengawasan jaringan yang disebut Posko Siaga Network, serta menyiapkan 38 Compact Mobile BTS atau COMBAT yang bisa dipindahkan ke lokasi-lokasi strategis untuk membantu kelancaran jaringan di masa puncak.Jaringan 5G akan terus tersedia di kota-kota prioritas dengan dukungan lebih dari 5.000 BTS 5G di seluruh Indonesia pada akhir 2025. Selain itu, teknologi AI Autonomous Network digunakan untuk meningkatkan efisiensi layanan dan mempercepat pemulihan saat terjadi gangguan jaringan.Selain peningkatan jaringan, Telkomsel juga menawarkan berbagai promo menarik pada periode Natal dan Tahun Baru, seperti paket data dengan kuota besar, bundling layanan video streaming dan game online, serta penukaran Telkomsel Poin dengan hadiah menarik yang bisa diperoleh melalui aplikasi MyTelkomsel dan mitra resmi.
Telkomsel menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga kualitas layanan di masa puncak dengan mempersiapkan infrastruktur yang matang serta memanfaatkan teknologi terbaru seperti AI dan Autonomous Network. Langkah ini sangat penting mengingat tren penggunaan data yang terus meningkat, terutama saat libur panjang, sehingga bisa menjadi nilai tambah dalam persaingan industri telekomunikasi di Indonesia.