TLDR
Prototipe jaringan kuantum yang baru dikembangkan dapat mendistribusikan dan menukar entanglement di antara banyak pengguna. Sistem ini menggunakan serat optik biasa dan teknik multiplexing untuk meningkatkan efisiensi komunikasi kuantum. Inisiatif nasional di Inggris berusaha untuk membangun jaringan kuantum skala besar yang dapat mengubah cara kita berkomputasi. Para ilmuwan telah lama bermimpi tentang adanya internet kuantum, sebuah jaringan yang menggunakan ikatan partikel cahaya untuk mengirim informasi secara instan dan aman. Kini, tim peneliti di Heriot-Watt University berhasil membuat prototipe jaringan kuantum yang menggabungkan dua jaringan independen menjadi satu sistem dengan delapan pengguna yang dapat beralih pengaturan ketika dibutuhkan.Yang menarik adalah mereka menggunakan sepotong serat optik biasa yang bisa dibeli dengan harga kurang dari £100 sebagai perangkat utama. Serat ini bekerja dengan membiarkan cahaya memantul secara acak dalam jalur-jalur internalnya, dan tim peneliti mengubah kekacauan ini menjadi sumber yang dapat diprogram untuk mengatur dan mengirimkan keterikatan kuantum.Jaringan ini memungkinkan distribusi keterikatan dalam pola yang bisa diubah-ubah, misalnya lokal atau global, serta memungkinkan beberapa pengguna menggunakan serat yang sama secara bersamaan lewat teknik multiplexing, seperti jaringan telekomunikasi modern. Demonstrasi paling canggih mereka adalah mengirimkan teleportasi keterikatan antara empat pengguna lewat dua saluran secara bersamaan, sesuatu yang belum pernah ditunjukkan sebelumnya.Teknologi ini tidak hanya penting bagi jaringan kuantum tapi juga masa depan komputasi kuantum, yang diprediksi akan mengubah cara kita mengembangkan obat, menciptakan baterai baru, dan mempercepat pembelajaran mesin. Dengan menghubungkan banyak prosesor kuantum kecil melalui jaringan semacam ini, kita bisa membangun komputer super besar yang lebih efisien dan praktis.Proyek ini didukung oleh program Integrated Quantum Networks (IQN) Hub dari Inggris dengan dana sebesar £22 juta, yang bertujuan membangun jaringan kuantum terbesar dan tercanggih di dunia pada tahun 2035. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Photonics dan menjadi langkah penting dalam perjalanan revolusi teknologi kuantum di masa depan.