Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Terra Innovatum Dan Uvation Kembangkan Reaktor Mikro Nuklir Untuk Pusat Data AI

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
26 Nov 2025
1198 dibaca
2 menit
Terra Innovatum Dan Uvation Kembangkan Reaktor Mikro Nuklir Untuk Pusat Data AI

TLDR

Kolaborasi antara Terra Innovatum dan Uvation bertujuan untuk memenuhi kebutuhan daya yang meningkat bagi infrastruktur AI.
Teknologi SOLO menawarkan solusi energi modular yang dapat beradaptasi dengan berbagai opsi bahan bakar.
Penggunaan strategi behind-the-meter dapat membantu mengatasi masalah ketergantungan pada jaringan utilitas publik dan meningkatkan ketahanan infrastruktur.
Terra Innovatum bekerja sama dengan Uvation untuk menguji reaktor mikro-modular SOLO dengan kapasitas 1 megawatt elektrik (MWe) yang akan digunakan langsung di pusat data AI. Teknologi ini menjadi solusi untuk menyediakan daya yang andal dan bebas karbon bagi kebutuhan komputasi yang semakin besar dan tidak bisa diandalkan lagi oleh jaringan listrik tradisional.Kerjasama ini mencakup opsi peningkatan kapasitas hingga 100 MWe untuk mendukung ekspansi pusat data Uvation. Sistem modular memungkinkan penggabungan beberapa unit agar menghasilkan daya hingga 1 gigawatt (GW) atau lebih, yang sesuai dengan permintaan energi di masa depan yang terus meningkat terutama di sektor AI.SOLO dirancang agar dapat menggunakan bahan bakar nuklir jenis LEU+ dan HALEU serta menggunakan komponen yang tersedia secara komersial, sehingga memudahkan proses instalasi dan perizinan. Sistem ini menerapkan strategi 'behind-the-meter' dengan pemasangan langsung di lokasi pusat data sehingga independen dari pasokan listrik umum.Manfaat utama teknologi ini adalah ketahanan yang tinggi termasuk redundansi saat pemeliharaan atau gangguan serta perlindungan siber. Selain itu, solusi ini dapat menghindari keterlambatan proyek dan pembengkakan biaya yang sering terjadi jika bergantung pada jaringan listrik tradisional yang tidak stabil.Selain untuk pusat data AI, reaktor SOLO juga dapat digunakan untuk suplai energi di desa-desa terpencil, industri besar yang sulit melakukan dekarbonisasi, dan proses khusus seperti pengolahan air, desalinasi, dan cogeneration. Diperkirakan teknologi ini akan tersedia secara global dalam waktu tiga tahun ke depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.