Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasangan Bintang ZTF J2130: Menguji Teori Gravitasi Melalui Tarian Kematian

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (4mo ago) astronomy-and-space-exploration (4mo ago)
26 Nov 2025
235 dibaca
2 menit
Pasangan Bintang ZTF J2130: Menguji Teori Gravitasi Melalui Tarian Kematian

Rangkuman 15 Detik

Sistem ZTF J2130 mengungkapkan informasi penting tentang bagaimana gravitasi bekerja.
Pengamatan bintang yang saling berputar memberikan kesempatan untuk menguji teori gravitasi Einstein.
Gelombang gravitasi yang dihasilkan dapat diukur oleh observatorium masa depan LISA yang akan diluncurkan pada tahun 2030-an.
Para astronom baru-baru ini mengamati sistem bintang yang disebut ZTF J2130, di mana dua bintang sangat dekat dan sedang masuk ke tahap akhir hidup mereka. Sistem ini berada sekitar 4.000 tahun cahaya dari Bumi dan terdiri dari white dwarf serta subdwarf, dua jenis bintang yang sangat tua dan menarik secara ilmiah karena proses fisika ekstrem yang terjadi di dalamnya. Kedua bintang mengelilingi satu sama lain dengan sangat cepat, hanya dalam waktu kurang dari 40 menit setiap putarannya. Karena mereka sangat dekat, gravitasi mereka saling tarik menarik dengan kuat sehingga menyebabkan material dari subdwarf mengalir ke white dwarf, sebuah fenomena yang disebut saluran transfer massa. Karena kedua bintang ini bergerak cepat dan memiliki massa yang besar, mereka menghasilkan gelombang gravitasi, yaitu riak di ruang dan waktu yang pertama kali diprediksi oleh Albert Einstein. Gelombang ini membawa energi keluar dari sistem, sehingga jarak antara kedua bintang semakin dekat dan periode orbitnya menyusut sedikit demi sedikit. Observasi presisi menggunakan teleskop di Jerman dan Spanyol menunjukkan bahwa periode orbit menyusut sekira dua triliun detik setiap detiknya. Angka ini sangat sesuai dengan prediksi teori relativitas umum yang telah lama menjadi dasar pemahaman kita tentang gravitasi. Ke depan, observatorium LISA yang akan diluncurkan pada 2030-an akan mampu langsung mengukur gelombang gravitasi dari sistem ini. Saat kedua bintang akhirnya bergabung, diperkirakan akan terjadi ledakan supernova yang sangat terang, yang mungkin bisa terlihat dengan mata telanjang dari Bumi.

Analisis Ahli

Kip Thorne
Sistem ini adalah laboratorium alami yang ideal untuk menguji gelombang gravitasi dan relativitas umum dengan presisi tinggi, jauh sebelum detektor gelombang gravitasi berbasis ruang seperti LISA aktif.
Scott Hughes
Pengukuran peluruhan orbit ZTF J2130 secara spektakuler menegaskan prediksi relativitas umum dan memberi peluang besar untuk menguji modifikasi teori gravitasi di masa depan.