TLDR
UBTech Robotics berencana untuk menggunakan robot humanoid di perbatasan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan aliran orang dan logistik. Walker S2 adalah robot humanoid pertama yang bisa mengganti baterainya sendiri, menunjukkan kemajuan dalam teknologi robotika. UBTech memiliki ambisi besar untuk meningkatkan produksi robot humanoid secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. UBTech Robotics, salah satu perusahaan robot terbesar di China, menandatangani kontrak senilai 264 juta yuan untuk mengirimkan robot humanoid ke perbatasan Fangchenggang. Robot ini akan melakukan tugas seperti memberikan panduan kepada pengunjung, mengatur aliran orang, dan membantu dalam inspeksi serta logistik.Model utama yang digunakan adalah Walker S2, robot humanoid industri pertama di dunia yang bisa mengganti baterainya sendiri secara otomatis, memungkinkan operasi lebih lama tanpa gangguan. Walker S2 mulai dikirim pada bulan ini dan sudah ada pesanan senilai 1,1 miliar yuan.Proyek ini tidak hanya untuk perbatasan, tapi juga mengejar penggunaan robot tersebut di area industri seperti pabrik baja, tembaga, dan aluminium untuk melakukan inspeksi yang lebih cepat dan akurat. Hal ini dipandang sebagai langkah maju dalam penggunaan robot di dunia nyata.UBTech menargetkan pengiriman sekitar 500 robot humanoid hingga akhir tahun dan rencana produksi akan meningkat sepuluh kali lipat menjadi 10.000 unit pada tahun 2027. Mereka juga berencana memangkas biaya produksi agar robot dapat lebih mudah diakses dan digunakan secara luas.Selain itu, UBTech mengumumkan rencana penggalangan dana sebesar 3,11 miliar HKD untuk mempercepat pengembangan dan produksi robot ini. Meskipun harga sahamnya turun sedikit, prospek perusahaan di sektor robotika sangat menjanjikan dengan teknologi yang semakin canggih.