Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tahun 2023 Jadi Terpanas Dalam 2.000 Tahun, Perlunya Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
21 Nov 2025
1498 dibaca
2 menit
Tahun 2023 Jadi Terpanas Dalam 2.000 Tahun, Perlunya Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

TLDR

Tahun 2023 merupakan tahun terpanas dalam 2.000 tahun terakhir, menunjukkan tren pemanasan global yang mengkhawatirkan.
Gas rumah kaca dan fenomena El Nino berkontribusi signifikan terhadap peningkatan suhu dan cuaca ekstrem.
Perjanjian Paris perlu ditinjau kembali karena kenaikan suhu yang lebih tinggi dari target yang ditetapkan.
Para peneliti dari University of Cambridge menggunakan analisa lingkaran pohon untuk mengukur suhu bumi selama 2.000 tahun terakhir. Dari data tersebut, mereka menemukan bahwa tahun 2023 adalah tahun terpanas yang pernah tercatat dalam kurun waktu tersebut.Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanasan global saat ini jauh lebih cepat dan parah dibandingkan dengan masa awal revolusi industri. Suhu musim panas di tahun 2023 tercatat 2,07°C lebih tinggi dibandingkan tahun 1850-1900, sebuah periode yang sering dijadikan patokan dalam studi iklim.Perjanjian Paris 2015 menetapkan target kenaikan suhu maksimum 1,5°C di atas tingkat pra-industri, tetapi data terbaru menunjukkan bahwa kenaikan suhu di tahun 2023 sudah melebihi angka tersebut, yakni mencapai 1,52°C. Kondisi ini mengindikasikan bahwa target tersebut perlu diperbarui dan pengukuran keparahan pemanasan global harus lebih akurat.Faktor yang memperparah pemanasan tahun 2023 tidak hanya disebabkan oleh gas rumah kaca, tetapi juga fenomena El Nino yang membuat gelombang panas dan kekeringan berkepanjangan semakin intens. Ini memperkuat urgensi pengurangan emisi gas rumah kaca untuk mencegah perubahan iklim yang semakin ekstrem.Para ahli menegaskan bahwa tren pemanasan global akan terus berlanjut jika upaya pengurangan emisi tidak segera dilakukan secara besar-besaran. Dampak negatif seperti gelombang panas dan kekeringan panjang akan berdampak luas bagi bumi dan kehidupan manusia di masa depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.