Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kisah Lucu Gemini 3: AI Google yang Bingung Tahun Sudah 2025

Teknologi
Kecerdasan Buatan
TechCrunch TechCrunch
21 Nov 2025
231 dibaca
2 menit
Kisah Lucu Gemini 3: AI Google yang Bingung Tahun Sudah 2025

Rangkuman 15 Detik

AI masih memiliki batasan dan tidak dapat sepenuhnya menggantikan manusia.
Interaksi antara manusia dan AI dapat mengungkapkan sifat-sifat dan batasan dari model AI.
Model AI seperti Gemini 3 harus dipandang sebagai alat bantu, bukan sebagai entitas superhuman.
Pada tahun 2025, Andrej Karpathy, seorang ahli AI terkemuka, mendapatkan akses awal ke model AI terbaru Google yang bernama Gemini 3. Model ini sangat canggih dan diklaim menjadi era baru kecerdasan, tapi ternyata memiliki keterbatasan besar yang lucu dan menggelitik. Gemini 3 tidak percaya bahwa sudah tahun 2025 karena data pelatihannya hanya sampai tahun 2024. Ketika Karpathy mencoba menunjukkan bukti nyata, termasuk berita dan gambar, model AI ini malah menuduh Karpathy berusaha menipu dan menyebarkan informasi palsu. Petunjuk kesalahan tersebut muncul karena Karpathy lupa mengaktifkan fitur Google Search yang menghubungkan model dengan internet untuk mendapatkan data terbaru. Setelah fitur itu aktif, AI langsung terkejut dan mengakui waktu sebenarnya, termasuk berita-berita terkini seperti investasi Buffett dan penundaan game populer. Pengalaman ini menunjukkan bahwa AI, meskipun canggih, tidak benar-benar memiliki pemahaman waktu atau realitas tanpa bantuan manusia dan data terbaru. Model juga bisa mempertahankan pendapatnya bahkan ketika salah, mirip manusia yang punya sifat membela diri. Kesimpulannya, AI besar seperti Gemini 3 dan lainnya akan tetap menjadi alat bantu yang sangat berguna bagi manusia, bukan sebagai pengganti manusia secara penuh. Mereka punya batasan yang jelas dan membutuhkan interaksi manusia agar bisa berfungsi optimal.

Analisis Ahli

Andrej Karpathy
Interaksi ini memperlihatkan betapa pentingnya integrasi alat dan akses data real-time agar LLM dapat memberikan respons yang valid dan relevan.
Yann LeCun
Model AI memang belum mampu memiliki pemahaman konteks yang sebenarnya, sehingga masih perlu pengembangan batas kemampuan dan etika penggunaannya.