Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Menang di Era Modernisasi IT dengan Menggabungkan Talenta Lama dan Baru

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
management-and-strategy (4mo ago) management-and-strategy (4mo ago)
20 Nov 2025
48 dibaca
2 menit
Menang di Era Modernisasi IT dengan Menggabungkan Talenta Lama dan Baru

Rangkuman 15 Detik

Mengintegrasikan keahlian legacy dan teknologi baru sangat penting untuk keberhasilan perusahaan.
Perusahaan yang berinvestasi dalam pengalaman pengembang dapat melihat peningkatan signifikan dalam kecepatan dan kualitas pengembangan.
Budaya eksperimen yang didorong oleh pemimpin dapat menciptakan lingkungan yang aman untuk inovasi dan pembelajaran.
Banyak perusahaan kini menghadapi tantangan besar terkait kekurangan keterampilan di bidang teknologi informasi dan kecerdasan buatan. Para ahli utama dalam teknologi lama seperti mainframe mulai pensiun, sementara tenaga kerja muda belum cukup banyak yang menguasai teknologi tersebut. Jika masalah ini tidak segera diatasi, hal ini dapat menyebabkan kerugian produktivitas dan nilai hingga 5,5 triliun dolar secara global pada tahun 2026. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, penting bagi perusahaan untuk tidak hanya fokus pada adopsi teknologi baru seperti AI dan aplikasi cloud-native, tapi juga menjembatani pengetahuan dari tenaga kerja berpengalaman ke yang lebih muda. Cara terbaik adalah dengan menciptakan kolaborasi terstruktur antara para veteran dan talenta baru, melalui cara seperti hackathon, workshop, dan lingkungan sand-box yang aman untuk bereksperimen. Selain itu, keterampilan yang bersifat lunak dan dapat dialihkan menjadi sangat berharga, sehingga perusahaan sebaiknya melihat latar belakang dan pengalaman kerja yang beragam saat merekrut dan menempatkan staf baru. Menghargai pengembangan keterampilan dengan insentif nyata seperti waktu belajar yang terstruktur, pengakuan yang berarti, dan hadiah atas pencapaian pengembangan keterampilan dapat membangun budaya perusahaan yang mendorong pembelajaran berkelanjutan. Penggunaan AI harus difokuskan pada peningkatan dan pemberdayaan kemampuan manusia di dalam perusahaan, bukan sebagai pengganti tenaga kerja. Dengan melibatkan AI secara tepat, para pekerja dapat membuka akses ke pengetahuan institusional dan mempercepat proses pembelajaran serta pengambilan keputusan, sehingga menghasilkan inovasi dan respons yang lebih cepat terhadap perubahan kebutuhan bisnis. Pemimpin perusahaan harus mengubah cara mereka melihat kegagalan dan eksperimen dengan mendorong budaya yang mengutamakan pembelajaran dan kemajuan daripada hanya fokus pada efisiensi dan penghematan biaya. Kepemimpinan yang mendukung keberanian mencoba hal baru akan menyiapkan organisasi untuk sukses di era modernisasi teknologi yang terus berkembang.

Analisis Ahli

Milan Shetti
Menekankan pentingnya kolaborasi generasi dan penggunaan AI sebagai alat pemberdayaan, bukan pengganti manusia.
IDC
Memperkirakan kerugian global sebesar 5,5 triliun dolar akibat kekurangan keterampilan IT dan AI jika tidak ditangani.