Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bagaimana Perang Elektronik Ukraina Membuat Rudal Hipersonik Kinzhal Rusia Meleset

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (4mo ago) cyber-security (4mo ago)
20 Nov 2025
296 dibaca
2 menit
Bagaimana Perang Elektronik Ukraina Membuat Rudal Hipersonik Kinzhal Rusia Meleset

Rangkuman 15 Detik

Teknik spoofing oleh Night Watch telah berhasil mengalihkan banyak serangan misil Kinzhal dari target yang berbahaya.
Kinzhal, meskipun dianggap sebagai senjata canggih, menunjukkan kelemahan dalam akurasi akibat teknik peperangan elektronik yang digunakan oleh Ukraina.
Perang elektronik menjadi semakin kompleks dengan adanya pertempuran antara teknologi jamming dan spoofing.
Rudal hipersonik Kinzhal adalah salah satu senjata paling modern Rusia yang dirancang untuk menembus sistem pertahanan Barat, termasuk AS. Namun, meski memiliki kemampuan kecepatan lebih dari Mach 5, rudal ini mengalami penurunan efektifitas intercept dari 37% menjadi hanya 6%, menandakan adanya perubahan dalam kemampuan Rusia atau strategi pertahanan lawan. Ukraina menemukan cara baru untuk menghadapi ancaman Kinzhal dengan menggunakan sistem perang elektronik bernama Lima dari unit Night Watch. Sistem ini menggunakan teknik spoofing, yaitu mengirim sinyal palsu untuk membingungkan sistem navigasi rudal yang mengandalkan satelit GLONASS. Sistem navigasi satelit yang digunakan Kinzhal rentan terhadap serangan spoofing karena mengandalkan sinyal eksternal yang bisa dimanipulasi. Dengan teknik ini, rudal sering kali salah mengira posisinya, sehingga jatuh di lokasi yang jauh dari target seharusnya, bahkan hingga 144 meter sampai 200 kilometer dari titik tujuan. Perang elektronik ini adalah bentuk adu teknologi antara pengacau sinyal GPS dan upaya Rusia untuk mempertahankan akurasi rudalnya dengan menggunakan antena khusus yang tahan gangguan. Namun, saat ini spoofing oleh Ukraina masih efektif mengacaukan rudal Kinzhal dan bahkan rudal lainnya yang melintas di wilayah tersebut. Walaupun demikian, fenomena ini tidak akan berlangsung selamanya karena Rusia dan negara lain kemungkinan akan mengembangkan teknologi navigasi yang lebih tahan terhadap spoofing. Sementara itu, inovasi seperti Lima menunjukkan betapa pentingnya kemampuan perang elektronik dalam peperangan modern, sekaligus menjadi pelajaran bagi pengembang sistem rudal dunia.

Analisis Ahli

Thomas Withington
Fenomena spoofing ini nyata dan menunjukkan bahwa perang elektronik modern bukan hanya tentang mengacaukan sinyal, tetapi juga menipu sistem autopilot rudal yang canggih agar meleset dari targetnya.