Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Hati-Hati! 15 Aplikasi Pinjol Palsu Curi Data dan Bobol Rekening

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (5mo ago) cyber-security (5mo ago)
19 Nov 2025
124 dibaca
2 menit
Hati-Hati! 15 Aplikasi Pinjol Palsu Curi Data dan Bobol Rekening

Rangkuman 15 Detik

Waspadai aplikasi pinjaman online palsu yang dapat mencuri data pribadi.
Selalu periksa keaslian aplikasi sebelum mengunduh dari Google Play Store.
Jika menemukan aplikasi mencurigakan, segera hapus untuk melindungi diri dari penipuan.
Perkembangan teknologi yang pesat membuka peluang bagi penjahat siber untuk melakukan kejahatan dengan modus aplikasi berbahaya yang menyamar sebagai aplikasi keuangan resmi, khususnya aplikasi pinjaman online. Aplikasi ini bisa mencuri data pribadi korban dan bahkan membobol rekening mereka, sehingga sangat merugikan banyak orang. McAfee, sebuah firma keamanan siber terkemuka, menemukan 15 aplikasi berbahaya yang telah diunduh hingga 8 juta kali di Google Play Store. Dari jumlah itu, tiga aplikasi juga tersedia dan digunakan di Indonesia oleh sekitar 2 juta pengguna, membuktikan bahwa kejahatan digital ini telah menyebar secara luas. Modus para penipu adalah memasarkan aplikasi tersebut dengan janji bunga pinjaman rendah dan syarat yang mudah, yang menarik banyak calon korban mengunduh. Saat instalasi, mereka diminta memasukkan data pribadi dan keuangan yang kemudian disalahgunakan untuk menekan korban membayar bunga sangat tinggi dan sulit terbayar. Para penipu juga menggunakan nama, logo, dan desain yang mirip dengan aplikasi keuangan asli agar pengguna mudah tertipu, serta mempromosikan aplikasi tersebut lewat iklan palsu di media sosial. Walaupun aplikasi yang berbahaya ini sudah dihapus dari Google Play Store, masih banyak pengguna yang belum sadar dan menggunakan aplikasi tersebut. Demi menghindari kerugian yang lebih besar, jika Anda sudah mengunduh aplikasi tersebut sebaiknya segera hapus. Selain itu, penting untuk selalu memastikan keamanan aplikasi sebelum mengunduh dan tidak mudah tergoda oleh tawaran pinjaman dengan bunga rendah dari sumber yang tidak jelas.

Analisis Ahli

Dr. Rina Putri (Ahli Keamanan Siber)
Fenomena ini mengindikasikan bahwa pelaku kejahatan siber semakin canggih dalam memanfaatkan platform resmi yang kurang diawasi secara intensif, sehingga sistem pengawasan aplikasi di toko aplikasi besar perlu diperkuat dengan teknologi deteksi berlapis.