TLDR
Perusahaan besar pun rentan terhadap pencurian kredensial. Pentingnya menerapkan langkah-langkah keamanan tambahan seperti otentikasi multifaktor. Cybersecurity adalah masalah yang perlu menjadi perhatian semua level dalam perusahaan. Sebuah laporan baru mengungkap lebih dari 460.000 kredensial karyawan yang berasal dari perusahaan besar dalam indeks FTSE 100 kini tersedia untuk dijual secara bebas di dark web dan bahkan di internet terbuka. Ini menunjukkan skala besar pencurian data yang selama ini belum banyak disadari oleh perusahaan-perusahaan tersebut.Meskipun FTSE 100 dikenal sebagai kumpulan perusahaan paling terpercaya dan terbesar di Inggris, mereka ternyata masih menghadapi tantangan yang sama dalam mengamankan data karyawan seperti perusahaan lainnya. Masalah utama adalah meningkatnya malware jenis infostealer yang mencuri informasi secara otomatis dan dalam jumlah besar.Menurut CEO Socura, Andy Kays, ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut belum cukup serius menangani risiko cyber security yang sebenarnya sudah nyata. Para peretas kini lebih memilih membeli data yang sudah ada daripada menghabiskan waktu dan tenaga meretas sistem secara langsung.Chief threat intelligence Socura, Anne Heim, memperingatkan supaya semua pihak di dalam perusahaan, mulai dari eksekutif hingga karyawan biasa, meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan metode pengamanan yang lebih kuat seperti autentikasi multi-faktor dan penggunaan passkeys jika tersedia. Pemantauan kebocoran data juga sangat disarankan agar bisa mengantisipasi ancaman lebih awal.Penulis artikel juga sudah menghubungi London Stock Exchange Group untuk memperoleh saran tambahan bagi perusahaan FTSE 100 dan akan memberikan pembaruan apabila ada informasi terbaru. Intinya, keamanan data menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda lagi untuk melindungi perusahaan dan karyawannya.