Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Senapan Shotgun Vs Drone FPV: Pertahanan Tangguh di Sungai Dnipro

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (4mo ago) cyber-security (4mo ago)
18 Nov 2025
166 dibaca
2 menit
Senapan Shotgun Vs Drone FPV: Pertahanan Tangguh di Sungai Dnipro

Rangkuman 15 Detik

Penggunaan shotgun dapat memberikan waktu tambahan dalam menghadapi serangan drone, tetapi bukan solusi yang sempurna.
Latihan dan peralatan yang memadai sangat berpengaruh pada efektivitas tim dalam menghadapi ancaman drone.
Drone FPV semakin umum digunakan dalam konflik modern, menunjukkan perlunya adaptasi dalam taktik pertahanan.
Video dramatis dari operasi kapal di Sungai Dnipro memperlihatkan pasukan Rusia menggunakan senapan shotgun dan senjata otomatis untuk menghadapi serangan terus-menerus dari drone FPV yang dikendalikan jarak jauh. Meskipun terlihat seperti satu misi penuh aksi dalam video berdurasi kurang dari tiga menit, analisis mendalam mengungkap bahwa video terdiri dari beberapa aksi yang digabungkan dari berbagai kondisi cuaca dan waktu. Dalam video tersebut, tampak setidaknya tiga anggota pasukan menggunakan shotgun semi-otomatis, didukung oleh senapan otomatis dan senapan mesin, melindungi kapal dari serangan drone. Namun, tidak semua drone yang dijatuhkan oleh tembakan; beberapa kemungkinan besar dihentikan oleh perang elektronik dengan menggunakan jammer frekuensi radio yang dipasang pada kapal, yang membuat operator drone kehilangan kendali. Pasukan yang ditampilkan dalam video adalah unit elit, terbukti dari perlengkapan modern seperti tourniquet windlass dan kemampuan penggunaan shotgun yang latihan keras. Hal ini berbeda dengan pasukan lini biasa yang sering kurang persenjataan dan pelatihan. Fokus mereka pada senjata anti-drone seperti shotgun menunjukkan bahwa senjata otomatis biasa kurang efektif menghadapi drone kecil yang lincah. Dari pengalaman kedua belah pihak, shotgun adalah alat pertahanan penting untuk serangan drone jarak dekat, namun bukan solusi sempurna. Drone murah dan mudah diproduksi secara massal terus membombardir posisi pasukan, dan senjata konvensional bisa cepat kehabisan amunisi, meninggalkan pasukan rentan. Pasokan dari donor asing, seperti ribuan shotgun dari Belanda kepada Ukraina, menegaskan pentingnya senjata ini di medan perang modern. Pelajaran utama dari situasi ini adalah shotgun dan perang elektronik hanya memberikan perlindungan sementara. Drone yang murah dan masif akan terus mendominasi medan perang udara rendah dan perairan, sehingga strategi dan teknologi baru yang lebih efektif dan tahan lama sangat dibutuhkan untuk mengatasi ancaman ini di masa depan.

Analisis Ahli

Roy
Kombinasi senapan shotgun dan perang elektronik adalah pendekatan realistis untuk melawan drone FPV, tetapi shotgun hanya efektif di jarak dekat, sedangkan jammer memungkinkan menurunkan drone dari jarak lebih jauh.
Pengamat Militer Rusia
Elite unit menunjukkan kesiapan dan pelatihan khusus, terutama dalam penggunaan shotgun dan alat medis, menandakan betapa seriusnya ancaman drone bagi pasukan.