Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Kebahagiaan Sejati Berasal dari Keseimbangan Emosi Positif dan Negatif

Sains
Neurosains and Psikologi
neuroscience-and-psychology (4mo ago) neuroscience-and-psychology (4mo ago)
16 Nov 2025
58 dibaca
2 menit
Mengapa Kebahagiaan Sejati Berasal dari Keseimbangan Emosi Positif dan Negatif

Rangkuman 15 Detik

Kebahagiaan adalah tentang keseimbangan antara emosi positif dan negatif.
Teknologi modern dapat mengganggu keseimbangan emosi kita dan membuat kita merasa terasing.
Mencari kepuasan yang lebih lambat dan hubungan yang autentik dapat meningkatkan kesejahteraan kita.
Kebahagiaan merupakan tema yang sering dibahas dalam kehidupan sehari-hari, namun mengejarnya secara terus menerus ternyata dapat membuatnya semakin sulit dirasakan. Banyak orang kini sibuk mengukur kebahagiaan mereka melalui teknologi dan berbagai tips untuk menjadi lebih baik, yang justru menambah tekanan tersendiri. Ole Höffken, seorang psikolog, memberikan pandangan baru tentang kebahagiaan. Ia menjelaskan bahwa kebahagiaan bukanlah sesuatu yang harus ditangkap atau dicapai sebagai tujuan akhir, melainkan sebuah proses yang melibatkan keseimbangan antara perasaan positif dan negatif. Menurutnya, perasaan senang dan sedih dapat hidup berdampingan dalam diri seseorang sehingga menghasilkan 'kebahagiaan ambivalen'. Contohnya adalah saat kita merasa sedih karena kehilangan seseorang namun juga bahagia saat mengenang kenangan indah bersama mereka. Dalam konteks evolusi, kedua jenis perasaan baik dan buruk ini memiliki fungsi penting. Keseimbangan ini memungkinkan kita untuk menjelajah, berkolaborasi, dan bertahan hidup. Namun, dalam dunia modern yang penuh rangsangan berlebihan, keseimbangan ini sering terganggu. Untuk mencapai kebahagiaan yang sehat, kita perlu menghindari rangsangan buatan yang berlebihan serta mencari kepuasan yang lebih lambat dan autentik, seperti membangun hubungan yang tulus dan mengalami kebersamaan sejati. Dengan demikian, kita dapat hidup lebih seimbang dan bermakna.

Analisis Ahli

Martin Seligman
Konsep kebahagiaan yang melibatkan ambivalensi emosi mendukung teori kesejahteraan psikologis yang lebih holistik dan realistis dibandingkan pengejaran kesenangan semata.
Daniel Kahneman
Pemahaman kebahagiaan sebagai keseimbangan antara berbagai emosi sangat relevan dengan temuan psikologi kognitif tentang evaluasi pengalaman dan memori emosional manusia.