AI summary
Integrasi ilmu perilaku, AI, dan model keuangan sangat penting untuk mengelola risiko siber secara efektif. Kepemimpinan yang memperhatikan faktor-faktor perilaku dapat mengurangi kerentanan organisasi terhadap ancaman siber. Pendekatan berbasis data dan real-time dapat membantu organisasi membuat keputusan yang lebih baik dalam situasi krisis. Risiko siber sudah bukan hanya masalah teknologi semata, tapi juga melibatkan perilaku manusia dan faktor finansial. Banyak organisasi masih melihat hal ini secara terpisah, sehingga menimbulkan risiko yang tidak terdeteksi secara menyeluruh.Arpna Aggarwal mengembangkan framework yang dinamakan CORTEX# yang menggabungkan ilmu perilaku, teknologi AI dalam mendeteksi risiko secara realtime, dan model keuangan Value at Risk (VaR) untuk memberikan gambaran lengkap tentang ketahanan sebuah organisasi terhadap serangan siber.Masalah utama dalam pengelolaan risiko siber adalah perilaku organisasi dan para pemimpinnya, seperti penundaan pengambilan keputusan akibat ketidakpastian dan insentif yang salah. AI yang canggih pun tidak cukup jika pola perilaku ini tidak diperbaiki.AI dan analitik perilaku memungkinkan sistem untuk tidak hanya mendeteksi anomali teknis, tapi juga kelemahan organisasi dalam pengambilan keputusan dan respons yang lambat, sehingga memperbesar risiko yang sebenarnya bisa diminimalkan.Menggunakan pendekatan VaR yang biasa diterapkan di sektor finansial, cyber risk bisa dikonversi menjadi angka kerugian yang jelas, membantu para pemimpin dan investor untuk mengambil keputusan yang lebih tepat dan strategis demi menjaga ketahanan dan reputasi organisasi.
Pendekatan integratif ini sangat revolusioner karena mengakui bahwa manusia, teknologi, dan uang harus dipandang sebagai satu kesatuan dalam pengelolaan risiko siber. Banyak perusahaan masih terlalu fokus pada teknologi tanpa memahami dampak perilaku dan finansial, yang pada akhirnya menjadi titik lemah mereka.