AI summary
Kota pintar harus berfokus pada inklusi dan partisipasi warga untuk menghindari ketidaksetaraan. Keberlanjutan dan ketahanan adalah aspek penting dalam pembangunan kota pintar. Penggunaan data dan teknologi harus dilakukan dengan etika dan transparansi agar memberikan manfaat bagi semua lapisan masyarakat. Smart City Expo World Congress adalah pertemuan tahunan terbesar di dunia yang membahas inovasi perkotaan dan bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan kehidupan warga kota. Acara tahun 2025 di Barcelona menampilkan berbagai solusi dari berbagai negara, menegaskan bahwa kota pintar bukan hanya soal gadget, tetapi integrasi teknologi, pemerintahan, dan komunitas untuk manfaat bersama.Menurut laporan dan data resmi, smart city menggunakan teknologi digital, data, dan infrastruktur terhubung untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan layanan publik. Kota Roma dipilih sebagai Kota Pintar 2025 karena inisiatifnya menggunakan 5G dan digital twins untuk meningkatkan layanan publik dan tata kelola sebelum acara besar 2025 Jubilee.Namun, transformasi kota cerdas juga membawa tantangan serius terutama masalah kesenjangan digital dimana sebagian warga yang kurang terbiasa atau berpenghasilan rendah justru tertinggal akses dan partisipasinya. Hal ini dapat menimbulkan 'kota dua tingkat', yang memperkuat ketidakadilan sosial dan digital jika tak diatasi dengan kebijakan inklusif dan transparansi data.Isu privasi dan keamanan data menjadi perhatian besar dengan meningkatnya penggunaan teknologi pengumpulan data dan Internet of Things yang rentan disalahgunakan. Penelitian menunjukkan bahwa tanpa dampingan regulasi dan audit hak asasi manusia yang ketat, sistem smart city malah dapat memperkuat kontrol otoriter dan melemahkan akuntabilitas demokrasi.Meskipun risiko nyata, manfaat kota pintar seperti energi bersih, respons darurat cepat, transportasi lancar, dan ketahanan iklim tetap besar. Keberhasilan smart city sangat bergantung pada nilai, tata kelola, dan partisipasi warga yang menempatkan manusia sebagai pusat dari inovasi, sehingga kota dapat menjadi tempat yang inklusif dan adil bagi semua.
Smart city memiliki potensi luar biasa untuk mentransformasi cara hidup masyarakat urban, namun tanpa komitmen kuat pada inklusi dan etika, kemajuan teknologi justru dapat memperdalam jurang sosial yang ada. Oleh karena itu, inovasi harus disertai dengan kebijakan yang mengedepankan partisipasi warga dan perlindungan hak asasi, bukan sekadar implementasi teknologi semata.