Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kenapa Investor Pilih Singapura untuk Startup AI, Bukan Indonesia?

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (4mo ago) investment-and-capital-markets (4mo ago)
13 Nov 2025
221 dibaca
2 menit
Kenapa Investor Pilih Singapura untuk Startup AI, Bukan Indonesia?

Rangkuman 15 Detik

Singapura menjadi pusat investasi untuk startup AI di Asia Tenggara.
Indonesia memiliki potensi pasar yang besar, namun investor lebih berhati-hati dalam berinvestasi.
Startup AI menghadapi hambatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan startup teknologi konvensional.
Menurut laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain & Company, banyak investor di Asia Tenggara lebih memilih menanamkan modal ke startup AI di Singapura daripada negara lain. Hal ini disebabkan oleh ekosistem dan rekam jejak yang kuat di Singapura dalam membangun startup dengan fokus global. Dalam laporan tersebut, 100% investor yakin bahwa pendanaan startup AI akan meningkat di Singapura, sementara hanya 50% yang optimis terhadap Indonesia. Singapura telah memiliki lebih dari 495 startup AI, jauh lebih banyak dibanding negara lain seperti Indonesia yang hanya memiliki sekitar 45 startup AI. Faktor yang membedakan startup AI dengan startup teknologi biasa adalah kebutuhan modal yang sangat besar untuk daya komputasi dan capital expenditure yang berkelanjutan. Hal ini menjadi hambatan masuk bagi banyak startup terutama di negara yang belum memiliki infrastruktur kuat seperti Indonesia. Data menunjukkan penurunan jumlah pendanaan startup di Indonesia sejak 2021. Pada tahun 2021 ada 649 pendanaan, tapi turun drastis menjadi hanya 20 pada paruh pertama 2025. Tren serupa juga terjadi di kawasan Asia Tenggara secara umum. Meskipun demikian, para ahli memprediksi pendanaan akan mulai bergeser tidak hanya ke Singapura, tetapi juga mengalir ke pasar-pasar besar seperti Indonesia dengan fokus pada nuansa lokal. Ini diharapkan mendorong pertumbuhan yang lebih merata di kawasan ini.

Analisis Ahli

Aadarsh Baijal
Startup AI global akan banyak muncul di Singapura karena ekosistem yang kuat, namun nanti investasi akan mulai mengalir ke pasar besar seperti Indonesia dengan pendekatan lokal.
Veronica Utami
Startup AI membutuhkan modal besar untuk infrastruktur komputasi tinggi, jadi barrier to entry lebih tinggi dibanding startup teknologi konvensional.