AI summary
AI harus diterapkan dengan memperhatikan aspek transparansi dan akuntabilitas. Kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah sangat penting dalam pengembangan teknologi AI. Industri digital harus bersiap dengan regulasi dan roadmap yang jelas untuk memanfaatkan kecerdasan buatan. Artificial Intelligence (AI) semakin menjadi bagian dari kehidupan modern, namun banyak orang khawatir bahwa AI akan menggantikan peran manusia. Hermana Yuniadi dari Telkomsel menjelaskan bahwa AI sebenarnya tidak didesain untuk menggantikan manusia karena AI tidak memiliki kesalahan atau kebohongan seperti manusia.Hermana menekankan dua pilar utama dalam tata kelola AI yaitu transparansi dan akuntabilitas. Transparansi diperlukan supaya kita memahami bagaimana AI membuat keputusan, sedangkan akuntabilitas berarti manusia tetap bertanggung jawab atas penggunaan AI.Menurut Hermana, penting bagi kita memahami algoritma dan proses yang dilalui AI ketika mengambil keputusan atau yang biasa disebut sebagai computational thinking. Ini memastikan AI tidak mengambil keputusan secara buta tanpa pengawasan manusia.Di sisi lain, Muhammad Buldansyah dari Indosat menegaskan bahwa AI adalah keniscayaan yang harus diterima dan dihadapi. Indosat mendorong untuk segera mulai melangkah bersama pemerintah dalam menyiapkan roadmap, regulasi, dan tata kelola AI secara tepat.Kolaborasi antara perusahaan seperti Indosat, Telkomsel, dan pemerintah sangat penting agar AI dapat digunakan secara optimal dan bertanggung jawab. Dukungan pemerintah dianggap sangat menentukan keberhasilan penerapan AI di Indonesia.
Penting bagi Indonesia untuk tidak terburu-buru menerapkan AI tanpa kesiapan regulasi dan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Kolaborasi lintas sektor serta edukasi akan computational thinking perlu diperkuat agar AI dapat menjadi alat bantu yang efektif dan bukan ancaman bagi manusia.