Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Obat Baru GanLum Tawarkan Harapan Lawan Resistensi Malaria Di Afrika

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
12 Nov 2025
1163 dibaca
2 menit
Obat Baru GanLum Tawarkan Harapan Lawan Resistensi Malaria Di Afrika

TLDR

GanLum menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam pengobatan malaria.
Ada kebutuhan mendesak untuk pengobatan malaria yang tidak berbasis artemisinin.
Uji klinis GanLum memperlihatkan kecepatan dalam membersihkan parasit malaria, penting untuk menangani resistensi.
Malaria adalah penyakit berbahaya yang menyebabkan hampir 600.000 kematian setiap tahun, terutama pada anak-anak di bawah lima tahun. Pengobatan malaria sekarang ini banyak menggunakan obat berbasis artemisinin, yang berasal dari tanaman. Namun, di beberapa daerah di Asia dan Afrika, parasit malaria mulai menunjukkan resistensi terhadap obat ini, yang membuat pengobatan menjadi lebih sulit.Untuk mengatasi masalah ini, ilmuwan dan perusahaan farmasi bekerja sama mengembangkan obat baru bernama Ganaplacide–lumefantrine atau GanLum. Obat ini termasuk dalam kelas baru obat malaria yang telah diuji coba di 12 negara di Afrika sub-Sahara dengan melibatkan 1.688 peserta, baik dewasa maupun anak-anak.Hasil uji klinis menunjukkan bahwa obat GanLum berhasil menyembuhkan sekitar 97,4% pasien malaria, yang lebih baik dibandingkan pengobatan standar dengan obat berbasis artemisinin yang menyembuhkan 94% pasien. Selain itu, GanLum juga bekerja lebih cepat membersihkan parasit dengan mutasi resistensi dalam tubuh pasien.Novartis, perusahaan pembuat GanLum, sedang dalam proses mengajukan obat ini untuk mendapatkan izin dari badan pengawas obat, dan diperkirakan obat ini dapat tersedia untuk pasien dalam waktu 12 hingga 18 bulan. Jika disetujui, GanLum akan menjadi obat malaria pertama dari kelas baru dalam lebih dari 25 tahun.Adanya GanLum memberikan harapan besar untuk mengatasi masalah resistensi obat malaria yang sangat berbahaya. Obat ini bisa menjadi pilihan utama pengobatan malaria yang efektif dan menyelamatkan lebih banyak nyawa, khususnya di wilayah Afrika yang terkena dampak paling parah.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.