Aqara Luncurkan Sensor Kehadiran Baterai dengan Deteksi Pintar dan Hemat Energi
Teknologi
Gadgets dan Wearable
13 Nov 2025
182 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Sensor FP300 menawarkan solusi praktis tanpa kabel untuk otomasi rumah.
Dapat digunakan dengan berbagai platform rumah pintar dan memiliki fitur sensor tambahan.
Meskipun praktis, FP300 memiliki beberapa keterbatasan dibandingkan model yang lebih mahal.
Aqara baru saja memperkenalkan Presence Multi-Sensor FP300, sensor kehadiran pertama mereka yang menggunakan baterai sehingga bisa dipasang hampir di mana saja di rumah tanpa harus tersambung ke sumber listrik. Sensor ini menggunakan dua baterai koin CR2450 yang dapat bertahan hingga tiga tahun jika menggunakan Zigbee, atau dua tahun jika menggunakan Thread, membuatnya sangat hemat energi untuk penggunaan jangka panjang.
Perangkat FP300 menggabungkan teknologi sensor pasif inframerah (PIR) dan radar milimeter gelombang 60 GHz untuk mendeteksi keberadaan orang dalam radius hingga 20 kaki, bahkan saat orang tersebut diam. Dengan kemampuan ini, Anda dapat memprogram automasi rumah seperti menyalakan lampu saat ada orang masuk ke ruangan dan mematikan perangkat otomatis ketika ruangan kosong beberapa menit.
Selain kemampuan deteksi gerakan, FP300 juga memiliki sensor suhu, kelembapan, dan cahaya, memungkinkan otomatisasi yang lebih cerdas dan efisien untuk pengaturan iklim dalam rumah dan pencahayaan sesuai kondisi sekitar. Hal ini sangat membantu meningkatkan kenyamanan sekaligus menghemat energi di rumah Anda.
Aqara FP300 kompatibel dengan berbagai platform smart home populer, antara lain Apple Home, Google Home, Amazon Alexa, dan Samsung SmartThings, dengan dukungan Zigbee dan Matter over Thread. Jika menggunakan Zigbee, pengguna juga dapat mengatur jarak deteksi dan mematikan sensor tertentu lewat aplikasi Aqara Home untuk memperpanjang masa pakai baterai.
Namun, karena mengandalkan baterai, FP300 memiliki keterbatasan jika dibandingkan dengan sensor FP2 yang lebih mahal. Sensor ini tidak mendukung deteksi multi-orang, deteksi jatuh, atau pemantauan detak jantung dan pernapasan secara real-time saat tidur. Jadi, bagi pengguna yang menginginkan fitur tersebut, FP2 mungkin masih menjadi pilihan yang lebih sesuai.
Analisis Ahli
Ahmad Fauzi (Smart Home Specialist)
Peluncuran FP300 bisa mempercepat adopsi smart home di kalangan pengguna awam karena kemudahan pemasangannya dan kompatibilitas luas dengan ekosistem smart home populer.Dewi Saraswati (Teknologi IoT Expert)
Penggunaan kombinasi PIR dan radar 60 GHz adalah inovasi tepat untuk meningkatkan akurasi deteksi tanpa menguras baterai, sehingga cocok untuk penggunaan jangka panjang.

