TLDR
Laurent Mekies fokus pada efisiensi operasional untuk meningkatkan kinerja tim. Kemitraan dengan 1Password membantu Red Bull Racing mengurangi waktu yang terbuang dalam proses kerja. Persiapan untuk musim 2026 menjadi tantangan besar bagi Red Bull Racing dengan pembangunan unit daya mereka sendiri. Laurent Mekies secara tiba-tiba diangkat menjadi CEO Oracle Red Bull Racing pada Juli 2025, menggantikan Christian Horner yang sudah lama memimpin. Mekies dikenal sebagai sosok dengan latar belakang teknik dan bukan seorang pemimpin yang suka sorotan media. Pengangkatannya dianggap tak terduga tetapi sangat menghormati tim dan budaya kerja Red Bull.Mekies mengutamakan efisiensi dan pengurangan hambatan dalam tim, termasuk kerja sama dengan perusahaan keamanan siber 1Password. Alih-alih melihat keamanan sebagai penghambat, Mekies menekankan bahwa sistem yang lancar dan aman bisa mempercepat akses ke teknologi penting, yang sangat vital untuk kinerja di sirkuit Formula 1.Meski sempat mengalami tahun yang menantang, Red Bull tetap fokus mengembangkan mobil musim 2025 yang akhirnya menghasilkan kemenangan di Grand Prix Italia, balapan tercepat dalam sejarah F1. Mekies menolak menyerah dan memilih menuntaskan masalah pada mobil sebelum beralih ke proyek musim berikutnya, sebuah keputusan yang terbukti tepat.Tantangan besar kini menanti tim untuk musim 2026 karena Red Bull berencana membuat mesin balap mereka sendiri dengan dukungan Ford. Mereka membangun fasilitas baru dari nol dan merekrut ratusan teknisi untuk proyek ambisius ini, meskipun harus bersaing dengan perusahaan panjang di F1 yang memiliki pengalaman hampir satu abad.Mekies menunjukkan sikap rendah hati dengan tidak mengklaim kemenangan sebagai prestasi pribadi, melainkan hasil kerja keras tim. Dalam menghadapi tiga balapan terakhir musim serta persiapan musim depan, ia tetap fokus berjalan perlahan namun pasti, mengejar waktu terbaik dan berjuang meraih kemenangan demi kemenangan dengan budaya kepedulian dan semangat kerja yang tinggi.