TLDR
Robyn dirancang untuk mendukung kesehatan mental tanpa menggantikan terapis. Jenny Shao menggunakan pengalaman medisnya untuk mengembangkan aplikasi yang memahami pola perilaku pengguna. Startup Robyn berfokus pada mengatasi masalah keterhubungan emosional di era teknologi. Jenny Shao adalah seorang dokter yang mengamati dampak isolasi selama pandemi terhadap kesehatan neurologis dan emosional seseorang. Ia kemudian memilih untuk meninggalkan karier medis dan residensinya di Harvard untuk membuat sebuah aplikasi asisten AI bernama Robyn yang memiliki kecerdasan emosional dan empati tinggi, bertujuan untuk membantu orang tanpa mengganti peran terapis.Robyn bukan aplikasi teman biasa ataupun pengganti terapis klinis, melainkan berfungsi layaknya seseorang yang sangat mengenal pengguna dan memberi dukungan emosional. Shao mengintegrasikan pengetahuannya mengenai ingatan manusia yang ia pelajari saat bekerja di laboratorium pemenang Nobel Eric Kandel ke dalam Robyn, supaya AI ini bisa lebih memahami dan mengingat pengalaman penggunanya.Aplikasi ini akan meminta informasi pengguna melalui proses onboarding seperti aplikasi kesehatan mental dan jurnal. Setelah itu, pengguna dapat berbincang dengan Robyn yang menawarkan wawasan tentang kebiasaan, pola emosi, bahasa cinta, dan gaya keterikatan pengguna. Contohnya, Robyn bisa membantu membangun rutinitas pagi yang sehat dengan mengurangi waktu layar di awal hari.Keamanan menjadi fokus utama startup ini, dengan fitur yang mengarahkan pengguna ke layanan krisis jika ada indikasi bahaya seperti niat bunuh diri, serta kemampuan chatbot untuk menolak permintaan yang tidak sesuai dengan fungsi utamanya. Robyn tidak akan menjawab pertanyaan tentang skor olahraga atau menghitung angka, melainkan fokus pada kebutuhan pribadi pengguna.Startup ini sudah mengumpulkan dana sebesar 5,5 juta dolar AS dari investor ternama dan sudah meluncurkan aplikasi berbayarnya di Amerika Serikat dengan biaya berlangganan 19,99 dolar AS per bulan atau 199 dolar AS per tahun. Pengembang berharap Robyn bisa mengurangi masalah kesepian dan disconnection emosional di era teknologi modern tanpa menggantikan hubungan manusia yang sebenarnya.