Gamma Raih Pendanaan 68 Juta Dolar dengan Valuasi 2,1 Miliar Setelah Tembus 100 Juta ARR
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
11 Nov 2025
98 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Gamma berhasil mencapai valuasi unicorn ganda dengan hanya 50 karyawan.
Startup ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan 70 juta pengguna dan $100 juta ARR.
Pendanaan terbaru juga memberikan likuiditas kepada karyawan awal melalui penawaran sekunder.
Gamma adalah startup yang membuat presentasi, situs web, dan posting media sosial menggunakan kecerdasan buatan atau AI. Perusahaan ini didirikan pada akhir 2020 dan meluncurkan produk pertamanya pada tahun 2022. Dengan pendekatan penggalangan dana yang lebih hati-hati dibanding kebanyakan startup AI lain, Gamma berhasil tumbuh secara stabil dan mencapai keberhasilan signifikan.
Pada pengumuman terbaru, Gamma menerima pendanaan Seri B sebesar 68 juta dolar AS yang dipimpin oleh Andreessen Horowitz, membawa valuasi perusahaan menjadi 2,1 miliar dolar AS. Ini menunjukkan kepercayaan besar dari investor terhadap potensi dan kinerja perusahaan.
Co-founder dan CEO Gamma, Grant Lee, mengumumkan bahwa perusahaannya sudah berhasil mendapatkan pendapatan tahunan sebesar 100 juta dolar AS dan memiliki sekitar 70 juta pengguna aktif. Ini merupakan pencapaian luar biasa mengingat Gamma masih relatif muda dibandingkan beberapa startup AI lainnya.
Sebelumnya, Gamma mengumpulkan pendanaan Seri A sebesar 12 juta dolar AS yang dipimpin oleh Accel pada tahun 2024. Total penggalangan dana yang dilakukan Gamma sampai saat ini mencapai sekitar 90 juta dolar AS, termasuk 20 juta dolar dalam penawaran sekunder untuk memberikan likuiditas kepada karyawan awalnya.
Dengan hanya sekitar 50 karyawan, Gamma telah menunjukkan kemampuan untuk tumbuh secara mengesankan dan mengelola bisnis AI-nya secara profitable. Para investor besar lain yang ikut dalam pendanaan terbaru ini juga termasuk Uncork Capital, South Park Commons, dan Hustle Fund.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Startup AI yang mengutamakan profitabilitas, seperti Gamma, cenderung lebih stabil dan berkelanjutan dibanding mereka yang hanya mengejar valuasi tinggi tanpa dasar pendapatan yang kuat.Marc Andreessen
Investasi di Gamma menunjukkan keyakinan bahwa alat-alat AI yang mudah digunakan untuk konten kreatif akan menjadi pasar besar berikutnya.