iRobot Terancam Bangkrut, Apa Artinya untuk Pengguna Roomba?
Teknologi
Robotika
11 Nov 2025
66 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
iRobot menghadapi tantangan finansial dan persaingan yang ketat.
Kegagalan akuisisi oleh Amazon memperburuk situasi keuangan perusahaan.
Roomba masih dapat berfungsi secara manual meskipun iRobot bangkrut.
iRobot, perusahaan yang dikenal sebagai pembuat vacuum robot pertama, menghadapi masalah besar tahun ini karena pendapatan mereka turun jauh di bawah harapan. Perusahaan mengalami keterlambatan produksi, gangguan pengiriman, dan semakin banyak pesaing terutama dari China yang membuat situasi semakin sulit.
Setelah gagal menjual perusahaan ke Amazon pada 2022 karena masalah regulasi, iRobot harus mengurangi lebih dari 30 persen karyawannya, kehilangan CEO, dan menghadapi utang besar. Meskipun begitu, perusahaan mencoba memperbaiki keadaan dengan meluncurkan seri baru vacuum robot yang dilengkapi dengan teknologi terbaru seperti lidar.
Namun, perubahan tersebut menerima reaksi beragam karena model baru tidak menggunakan aplikasi lama yang sudah dikenal konsumen dan memiliki fitur aplikasi yang lebih sedikit. Beberapa fitur baru seperti mop putar juga diperkenalkan namun belum cukup untuk mengembalikan pangsa pasar mereka.
Perusahaan mengumumkan mereka telah memperpanjang keringanan pinjaman hingga Desember 2025 dan sedang mencari alternatif strategi termasuk kemungkinan penjualan lain atau restrukturisasi utang, tapi juga mengingatkan kemungkinan kebangkrutan jika sumber dana tidak ditemukan.
Jika iRobot bangkrut dan layanan cloud dihentikan, vacuum Roomba masih berfungsi secara manual, tapi fungsi kontrol lewat aplikasi dan perintah suara kemungkinan hilang. Situasi ini menjadi peringatan penting tentang risiko terlalu bergantung pada koneksi internet dalam perangkat pintar sehari-hari.
Analisis Ahli
Prof. Budi Santoso (Ahli Robotika)
Kegagalan iRobot memperlihatkan pentingnya adaptasi cepat terhadap perubahan teknologi dan strategi bisnis, terutama menghadapi tekanan dari produsen asal China yang agresif dan inovatif.Dina Mulyani (Analis Pasar Teknologi)
Ketergantungan pada layanan cloud harus diimbangi dengan kemampuan perangkat untuk berfungsi offline, karena masalah keuangan atau layanan yang hilang bisa merusak pengalaman pengguna dan kepercayaan merek.
