AI summary
BRIN akan fokus pada riset dan inovasi di bidang pangan, energi, dan air. Arif Satria berkomitmen untuk memperkuat ekosistem riset melalui kolaborasi antara kementerian dan lembaga. Pengembangan science techno park di daerah diharapkan dapat menyelesaikan masalah lokal dan mendukung industri. Presiden Prabowo Subianto telah melantik Arif Satria dan Amarulla Octavian sebagai kepala dan wakil kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pelantikan ini didasarkan pada keputusan presiden nomor 123P tahun 2025. Dalam kesempatan ini, Arif menyampaikan komitmennya untuk mendukung program prioritas pemerintah di bidang pangan, energi, dan air melalui riset dan inovasi yang efektif.Arif menekankan bahwa riset menjadi kunci kemajuan ekonomi suatu negara. Ia menjelaskan bahwa negara dengan skor Global Innovation Index tinggi biasanya memiliki pendapatan per kapita yang tinggi pula. Karena itu, Indonesia perlu meningkatkan investasi di bidang penelitian dan pengembangan (R&D) agar ekonomi bisa tumbuh dengan baik.Untuk memperkuat ekosistem riset, BRIN akan melakukan konsolidasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Danantara Indonesia yang dianggap sebagai mitra strategis. Dengan cara ini, diharapkan riset dan inovasi dapat berjalan sinergis dan berkontribusi pada pengembangan industri nasional.BRIN juga merencanakan pengembangan science techno park di daerah, yakni kawasan khusus yang menghubungkan dunia riset dengan dunia industri. Fokusnya adalah keunggulan daerah sehingga persoalan lokal bisa dipecahkan melalui inovasi. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, dan industri diharapkan semakin kuat dengan adanya inisiatif ini.Selain berperan dalam pengembangan teknologi, BRIN juga ditugaskan menjadi think tank yang memberi rekomendasi kebijakan berbasis riset dan sains. Tujuannya adalah agar kebijakan publik lebih akuntabel dan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat demi kemajuan ekonomi yang berkelanjutan dan inovatif.
Penunjukan Arif Satria yang berlatar belakang akademik kuat menandakan niat pemerintah untuk menjadikan BRIN sebagai pusat inovasi yang efektif dan relevan dengan kebutuhan nasional. Namun, tanpa tata kelola yang transparan dan kolaborasi intensif lintas sektor, ambisi ini bisa berjalan lambat dan kurang berdampak signifikan.