Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Meta Untung Besar dari Iklan Penipuan di Facebook dan Instagram

Bisnis
Marketing
marketing (5mo ago) marketing (5mo ago)
10 Nov 2025
133 dibaca
2 menit
Meta Untung Besar dari Iklan Penipuan di Facebook dan Instagram

Rangkuman 15 Detik

Meta menghadapi kritik karena gagal menghentikan iklan penipuan di platformnya.
Pendapatan dari iklan penipuan diperkirakan signifikan bagi Meta.
Perusahaan berupaya untuk memerangi penipuan dan menghapus konten iklan yang mencurigakan.
Meta, perusahaan pemilik Facebook dan Instagram, menghadapi masalah serius karena banyak iklan penipuan masih terus muncul di platformnya. Dari dokumen internal yang terungkap, perusahaan ini ternyata menerima pendapatan besar dari iklan-iklan berbahaya tersebut. Bahkan, sekitar 10 persen dari seluruh pendapatan tahunan tahun 2024 berasal dari iklan penipuan yang merugikan pengguna. Dokumen tersebut juga mengungkap bahwa setiap hari pada akhir tahun 2024, Meta menayangkan hingga 15 miliar iklan dengan risiko tinggi. Beberapa di antaranya sudah terdeteksi sebagai iklan mencurigakan, tapi jangan salah, perusahaan tidak selalu memblokirnya. Alih-alih, Meta justru memberi biaya iklan lebih tinggi untuk iklan-iklan mencurigakan tersebut, yang tentunya menghasilkan pendapatan tambahan. Meta pun mengakui bahwa angka pendapatan dari iklan penipuan yang dilaporkan adalah estimasi kasar dan mungkin terlalu inklusif karena juga menghitung pendapatan dari iklan yang sah. Meski begitu, Meta mengklaim tetap berupaya menghapus iklan-iklan penipuan dan spoofing secara agresif. Pada tahun 2025, lebih dari 134 juta konten iklan penipuan telah dihapus dan laporan pengguna berkurang 58 persen dibanding sebelumnya. Sistem personalisasi iklan Meta juga mendapat sorotan. Sistem ini menayangkan iklan berdasarkan minat pengguna, sehingga ketikan pengguna mengklik iklan tertentu, akan muncul iklan serupa lainnya di akun mereka. Hal ini memungkinkan iklan penipuan berpotensi menjaring lebih banyak korban jika tidak segera diatasi dengan ketat. Meski demikian, ada kekhawatiran bahwa meskipun Meta berupaya menghapus banyak iklan penipuan, upaya ini belum cukup untuk menghentikan arus besar iklan berbahaya yang justru berkontribusi pada pendapatan perusahaan. Masyarakat dan pengguna platform perlu waspada serta Meta harus meningkatkan kontrol konten dan transparansi agar platformnya lebih aman.

Analisis Ahli

Brian Krebs (jurnalis keamanan siber)
Keberadaan iklan penipuan dalam jumlah besar di platform sebesar Meta menegaskan bahwa perusahaan teknologi raksasa harus menginvestasikan lebih banyak sumber daya dan teknologi untuk menghapus konten berbahaya yang dapat mengeksploitasi pengguna.