Spyware Landfall Serang Ponsel Samsung Galaxy Lewat Zero-Day Tersembunyi
Teknologi
Keamanan Siber
07 Nov 2025
133 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Spyware Landfall mengeksploitasi kerentanan di ponsel Samsung Galaxy untuk melakukan serangan yang ditargetkan.
Serangan ini menunjukkan risiko serius terhadap privasi individu, terutama di wilayah yang rawan pengawasan.
Pentingnya pembaruan keamanan perangkat untuk melindungi pengguna dari ancaman siber yang terus berkembang.
Para peneliti keamanan dari Unit 42 di Palo Alto Networks menemukan spyware baru bernama Landfall yang menyerang ponsel Samsung Galaxy selama hampir satu tahun. Spyware ini mengambil keuntungan dari celah keamanan zero-day yang sebelumnya tidak diketahui Samsung, memungkinkan serangan tanpa interaksi pengguna.
Metode serangan Landfall menggunakan sebuah gambar berbahaya yang dikirim ke ponsel korban melalui aplikasi pesan. Setelah gambar tersebut dibuka secara otomatis oleh sistem, spyware dapat mulai mengakses berbagai data pribadi korban tanpa diketahui.
Samsung merilis perbaikan resmi untuk celah ini pada April 2025 dengan nomor CVE-2025-21042. Meski demikian, kampanye spyware yang memanfaatkan celah ini sudah berlangsung sejak Juli 2024 dengan target utamanya adalah individu di wilayah Timur Tengah.
Spyware Landfall memiliki kemampuan untuk memata-matai perangkat lengkap, termasuk mengumpulkan foto, pesan, kontak, merekam suara lewat mikrofon, dan melacak lokasi korban secara akurat. Target utamanya adalah tipe Galaxy S22, S23, S24, serta beberapa model Z dengan Android versi 13 hingga 15.
Peneliti juga menemukan keterkaitan infrastruktur digital antara Landfall dan Stealth Falcon, sebuah vendor spyware yang diketahui menyerang aktivis dan jurnalis di wilayah Emirat sejak 2012. Namun, identitas pengembang Landfall juga masih belum jelas hingga kini.
Analisis Ahli
Itay Cohen
Serangan Landfall bukanlah malware massal, melainkan serangan presisi yang menunjukkan tujuan utama adalah pengintaian dan pengumpulan informasi dari target tertentu.
