FBI Ingin Ungkap Pemilik Archive.today yang Sembunyikan Identitasnya
Teknologi
Keamanan Siber
07 Nov 2025
16 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
FBI sedang menyelidiki Archive.today terkait akses ilegal ke konten.
Identitas pemilik Archive.today masih misterius meskipun ada dugaan nama yang digunakan.
Situs seperti Archive.today berpotensi melanggar hak cipta dengan menawarkan akses ke konten berbayar.
FBI saat ini berusaha melacak identitas pemilik situs Archive.today dan situs cerminnya seperti Archive.is dan Archive.ph. Mereka telah mengirim subpoena resmi kepada registrar domain Tucows pada tanggal 30 Oktober. Dalam subpoena tersebut, FBI meminta data lengkap pemilik termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan informasi pembayaran terkait situs tersebut.
Archive.today telah beroperasi sejak tahun 2012 dan banyak digunakan untuk menghindari pembayaran paywall media online. Namun, sampai saat ini identitas asli pemilik situs masih belum jelas dan hanya diketahui menggunakan nama Denis Petrov yang terdaftar di Praha, Republik Ceko. Ada kemungkinan nama tersebut merupakan alias atau samaran.
Selain nama dan alamat, FBI juga meminta data lain seperti informasi sesi internet, alamat jaringan, dan layanan terkait yang pernah digunakan oleh pemilik situs. Subpoena ini terkait dengan penyelidikan kriminal federal, meskipun jenis kejahatan yang dimaksud tidak dijelaskan secara spesifik dalam dokumen yang diterbitkan.
Fenomena seperti Archive.today yang digunakan untuk mengakses berita dan konten berbayar tanpa ijin sebelumnya sudah pernah dihadapkan pada tindakan hukum. Sebelumnya, situs 12ft.io telah ditutup oleh aliansi media dengan tuduhan menawarkan teknologi yang melanggar hak cipta. Hal ini menunjukkan bahwa penyedia layanan yang menghindari sistem paywall akan semakin diperketat pengawasan dan regulasi.
Langkah FBI ini menjadi sinyal kuat bahwa pihak berwajib tidak akan membiarkan pelanggaran pada hak cipta berlangsung tanpa tindakan. Di sisi lain, hal ini juga menimbulkan perdebatan tentang bagaimana kebebasan akses dan pengarsipan informasi digital bisa tetap berjalan tanpa melanggar hukum yang berlaku.
Analisis Ahli
Brian Krebs (Jurnalis Keamanan Siber)
Pengungkapan pemilik situs pengarsipan yang anonim seperti Archive.today sangat krusial untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan informasi dan perlindungan hak cipta digital.

