TLDR
Proposal CEPC tidak berhasil dimasukkan dalam rencana lima tahunan Tiongkok. Debat tentang CEPC melibatkan pendukung dan penentang dengan pandangan yang berbeda tentang biaya dan manfaat ilmiah. Wang Yifang berencana untuk terus memperjuangkan CEPC atau bergabung dengan proyek FCC di masa depan. China sempat merencanakan pembangunan Circular Electron Positron Collider (CEPC), sebuah mesin besar untuk menabrakkan partikel elektron dan positron dengan tujuan mengkaji partikel Higgs boson lebih mendalam. Proyek ini didesain untuk menempatkan China di garis depan penelitian fisika partikel dunia.Namun, pemerintah Cina memilih untuk tidak memasukkan proyek ini dalam rencana lima tahun mendatang, yang berarti rencana pembangunan CEPC harus tertunda atau bahkan dibatalkan. Keputusan ini muncul karena perdebatan soal biaya besar dan apakah hasil ilmiahnya sebanding dengan investasi yang diperlukan.Wang Yifang, ilmuwan dari Institute of High Energy Physics, mengatakan bahwa meskipun gagal dimasukkan dalam rencana lima tahun ini, mereka akan terus mencoba mengajukan proposal tersebut hingga tahun 2030, kecuali ada proyek serupa di Eropa yang berjalan duluan.Terdapat perbedaan pandangan dari para ilmuwan ternama di Cina. Shing-Tung Yau mendukung proyek ini karena dapat membawa kemajuan teknologi serta menarik ilmuwan kelas dunia. Sebaliknya, Chen-ning Yang, pemenang Nobel, menilai proyek ini terlalu mahal dan berpotensi menghabiskan sumber daya tanpa hasil yang jelas.Ke depan, jika CEPC tidak mendapatkan lampu hijau, para ilmuwan Cina mungkin akan bergabung dengan proyek Future Circular Collider (FCC) yang sedang dikembangkan di CERN, Eropa, sebagai alternatif untuk melanjutkan penelitian Higgs boson.