Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pengaruh Budaya Viral WorldStar dalam Politik dan Pemerintahan Amerika Serikat

Finansial
Kebijakan Fiskal
TheVerge TheVerge
05 Nov 2025
274 dibaca
2 menit
Pengaruh Budaya Viral WorldStar dalam Politik dan Pemerintahan Amerika Serikat

Rangkuman 15 Detik

Kompetisi politik saat ini membutuhkan kandidat untuk menjadi komunikator digital yang cakap.
Pengaruh gerakan MAGA telah meresap ke dalam cara pemerintah beroperasi secara online.
Shutdown pemerintah mempengaruhi program bantuan penting seperti SNAP dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Di tengah pemilihan walikota New York City yang sedang berlangsung dan penutupan pemerintah federal yang berlarut-larut, muncul fenomena baru dalam dunia politik Amerika. Budaya kontroversial dan provokatif yang awalnya populer di media sosial seperti WorldStarHipHop kini telah merambah ke ranah politik resmi, memengaruhi strategi komunikasi politik para kandidat dan badan pemerintahan. Zohran Mamdani, seorang kandidat walikota yang piawai dalam komunikasi digital, memaksa calon lain seperti Andrew Cuomo untuk berubah gaya komunikasi agar tetap relevan dalam politik modern yang sangat bergantung pada media sosial. Hal ini menunjukkan perubahan besar dalam cara politik dilakukan, di mana kemampuan menjadi influencer digital menjadi kunci utama. Lebih jauh, budaya ini tidak hanya terbatas pada kampanye politik, tetapi juga memasuki komunikasi pemerintahan federal. Di bawah pengaruh Trump dan pendukungnya, beberapa situs web resmi pemerintah memuat konten yang menyalahkan partai oposisi dan menggunakan bahasa yang provokatif untuk mempolitisi isu-isu seperti penutupan pemerintah dan program bantuan sosial. Penggunaan gaya komunikasi seperti meme, video provokatif, dan konten yang memancing sentimen negatif kini menjadi alat resmi pemerintah untuk memengaruhi pandangan publik. Fenomena ini membuka bab yang baru dalam sejarah komunikasi politik yang mengabaikan norma-norma tradisional keberimbangan dan profesionalisme. Akibatnya, masyarakat yang mengandalkan informasi dari sumber resmi menjadi terpapar pada pesan yang bersifat politis dan provokatif, yang semakin memperburuk polarisasi dan ketegangan sosial. Jika tren ini berlanjut, akan semakin sulit bagi pemerintah untuk menjaga kredibilitas dan melakukan pelayanan publik dengan cara yang netral dan efektif.

Analisis Ahli

Noam Chomsky
Politik yang dipenuhi kebencian dan konten viral semacam ini akan menggerogoti demokrasi karena mengalihkan perhatian dari isu substansial dan memecah belah masyarakat.
Shoshana Zuboff
Penggunaan media sosial sebagai alat kontrol politik memperlihatkan bagaimana kapitalisme pengawasan telah menembus tiap aspek kehidupan, termasuk pemerintahan.