Misi Shenzhou-21: Langkah Besar China dalam Penelitian Biologi dan Teknologi Antariksa
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
02 Nov 2025
50 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Misi Shenzhou-21 merupakan langkah penting dalam ambisi luar angkasa China.
Astronaut dari misi ini akan melakukan eksperimen penting yang dapat meningkatkan pemahaman tentang biologi mamalia di luar angkasa.
Tiangong berfungsi sebagai stasiun luar angkasa yang mendukung penelitian dan pengembangan teknologi baru.
China meluncurkan misi Shenzhou-21 pada Jumat malam dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi. Pesawat ruang angkasa tersebut membawa tiga astronaut dan empat tikus sebagai bagian dari eksperimen mamalia pertama yang dilakukan oleh China di luar angkasa.
Setelah lepas landas menggunakan roket Long March-2F, Shenzhou-21 berhasil memasuki orbit dan mendok dengan presisi di stasiun ruang angkasa Tiangong hanya dalam beberapa jam. Para kru dilaporkan sehat dan bersemangat menjalankan misi selama enam bulan ke depan.
Selama misi, para astronaut akan melakukan beragam penelitian termasuk uji coba baju antariksa generasi terbaru, pemasangan pelindung terhadap serpihan antariksa, dan mengerjakan 27 eksperimen ilmiah yang meliputi bidang bioteknologi, fisika mikrogravitasi, dan teknologi ruang angkasa maju.
Eksperimen mamalia melibatkan dua tikus jantan dan dua tikus betina untuk mengamati dampak dari kondisi tanpa bobot, isolasi, dan radiasi kosmik pada fisiologi dan perilaku mamalia. Ini merupakan salah satu upaya China untuk memahami bagaimana manusia akan bertahan hidup dalam jangka panjang di luar angkasa.
Misi ini dipimpin oleh Zhang Lu, seorang veteran astronot, bersama Wu Fei yang merupakan astronot termuda China, serta Zhang Hongzhang yang ahli dalam teknologi penyimpanan energi. China juga mengembangkan kerja sama internasional dengan pelatihan astronot Pakistan untuk bergabung dalam misi mendatang di Tiangong.
Analisis Ahli
Dr. Li Wei (Astrobiologist)
Eksperimen melibatkan mamalia di luar angkasa memberikan data penting tentang adaptasi fisiologis yang sulit diperoleh dari studi manusia saja, sangat krusial untuk misi Mars dan seterusnya.Prof. Chen Yang (Ahli Teknik Antariksa)
Pengujian baju antariksa dan sistem pelindung Tiangong akan meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional awak, menandai lompatan teknologi besar bagi misi berawak China.

