Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Terobosan Bioprinting Otak Otot di Kondisi Tanpa Gravitasi oleh ETH Zurich

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (4mo ago) health-and-medicine (4mo ago)
01 Nov 2025
57 dibaca
1 menit
Terobosan Bioprinting Otak Otot di Kondisi Tanpa Gravitasi oleh ETH Zurich

Rangkuman 15 Detik

Pencetakan jaringan otot dalam mikrogravitas dapat meningkatkan kesehatan astronot.
Teknologi G-FLight memungkinkan pencetakan jaringan yang lebih presisi.
Penelitian ini dapat membuka jalan untuk pengembangan model organ dan studi penyakit yang lebih efektif.
Para peneliti di ETH Zurich telah berhasil mencetak jaringan otot manusia dengan 3D printer di lingkungan yang mensimulasikan kondisi tanpa gravitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kendala yang muncul saat mencetak jaringan di Bumi, yang disebabkan oleh gravitasi yang membuat bentuk jaringan tidak stabil. Mereka menggunakan penerbangan parabolik untuk menciptakan kondisi mikrogravitasi singkat dan memperkenalkan sistem baru bernama G-FLight, yang mampu mencetak jaringan otot dengan cepat dan menjaga struktur tetap utuh selama masa tanpa gravitasi tersebut. Jaringan otot yang dihasilkan dalam kondisi ini menunjukkan kualitas yang sebanding dengan jaringan yang dibuat di Bumi, terutama dalam hal kesehatan sel dan jumlah serat otot, sekaligus menjaga distribusi sel yang merata berkat ketiadaan gravitasi. Keberhasilan ini membuka peluang untuk pengembangan model jaringan otot dan organ yang lebih kompleks di masa depan, khususnya dengan rencana pencetakan langsung di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Model ini dapat digunakan untuk memahami penyakit dan menguji obat dengan lebih realistis. Dengan membuktikan bioprinting jaringan di kondisi mikrogravitasi, penelitian ini membawa kemajuan penting dalam bidang biomedisspace dan berpotensi melindungi kesehatan astronot serta membantu pengembangan pengobatan baru di Bumi.

Analisis Ahli

Dr. Maria Gonzalez, Ahli Bioprinting
Eksperimen di mikrogravitasi membuka peluang baru dalam rekayasa jaringan yang sulit dicapai di Bumi, tapi keberlanjutan kultur sel dalam kondisi ruang angkasa perlu studi lebih lanjut untuk menjamin fungsionalitas jangka panjang.
Prof. James Lee, Peneliti Space Medicine
Pengembangan teknologi ini sangat penting untuk menjaga kesehatan astronot selama misi tinggi risiko, terutama melawan atrofi otot yang selama ini tidak bisa diatasi secara efektif.