OpenAI dan Oracle Bangun Pusat Data AI 8GW dengan Investasi Rp6.450 Triliun
Teknologi
Kecerdasan Buatan
31 Okt 2025
266 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Proyek Stargate merupakan investasi besar dalam infrastruktur kecerdasan buatan di AS.
Data center baru akan meningkatkan kapasitas komputasi untuk mendukung pengembangan AI.
OpenAI dan Oracle bekerja sama untuk mencapai komitmen investasi sebesar US$500 miliar.
OpenAI, Oracle, dan Related Digital berkolaborasi membangun kampus pusat data dengan kapasitas lebih dari 1 gigawatt di Saline Township, Michigan. Proyek ini bagian dari rencana besar bernama Stargate yang bertujuan memperluas kapasitas infrastruktur komputasi untuk AI di Amerika Serikat.
Total kapasitas yang direncanakan oleh Stargate mencapai 4,5 gigawatt di berbagai lokasi, dan dengan proyek baru ini kapasitas keseluruhan di 7 lokasi di AS akan melampaui 8 gigawatt. Ini berarti ada investasi sangat besar yang mencapai lebih dari Rp 7.51 quadriliun (US$450 miliar) dalam tiga tahun mendatang.
Satu gigawatt kapasitas pusat data kira-kira membutuhkan biaya sebesar Rp 835.00 triliun (US$50 miliar) dan mampu mengaliri listrik untuk sekitar 750.000 rumah di AS. Pembangunan akan mulai pada awal tahun 2026, menandakan langkah cepat dalam penguatan infrastruktur AI.
Langkah ini mendukung komitmen OpenAI yang menargetkan kapasitas hingga 10 gigawatt dan investasi hingga Rp 8.35 quadriliun (US$500 miliar) . Meski begitu, OpenAI belum mengungkapkan secara rinci bagaimana dana besar ini akan diperoleh dan dikelola.
Investasi besar ini menunjukkan betapa pentingnya komputasi dengan kapasitas tinggi untuk mengembangkan teknologi AI yang dapat bersaing secara global, sekaligus menjadi tanda bahwa masa depan AI akan sangat bergantung pada kekuatan infrastruktur pusat data.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Investasi infrastruktur komputasi di skala ini esensial untuk mendorong batas kemampuan AI; kapasitas yang besar memungkinkan pengujian dan inovasi yang lebih cepat.Fei-Fei Li
Ekspansi pusat data ini bisa membawa peluang besar untuk riset AI yang lebih mendalam, tapi juga harus diimbangi dengan perhatian pada aspek etika dan dampak sosial.
