Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Roy Lee: Kenapa Startup Harus Fokus Viral dan Jadi Kontroversial untuk Sukses

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
startups (4mo ago) startups (4mo ago)
30 Okt 2025
119 dibaca
2 menit
Roy Lee: Kenapa Startup Harus Fokus Viral dan Jadi Kontroversial untuk Sukses

Rangkuman 15 Detik

Kepentingan distribusi dan pemasaran viral dalam startup.
Kontroversi dapat menjadi strategi untuk menarik perhatian di media sosial.
Reputasi tidak lagi menjadi fokus utama, perhatian adalah kunci.
Roy Lee dari Cluely memberikan pesan penting bagi para pendiri startup bahwa mereka harus berpikir lebih keras tentang bagaimana produk mereka bisa menjadi viral. Ia menyatakan bahwa startup yang bukan berfokus pada teknologi mendalam perlu fokus pada distribusi agar bisa sukses di pasar yang ketat. Lee juga menegaskan bahwa viral marketing bukan untuk semua orang, terutama mereka yang berbakat di bidang teknik dan tidak memiliki kemampuan menjadi kreator konten yang menarik dan lucu. Menurutnya, sebagian besar orang tidak memiliki potensi untuk menjadi viral secara alami. Cluely menjadi terkenal setelah klaim kontroversial mengenai fitur AI yang disebut undetectable windows, yang katanya bisa membantu pengguna menyontek. Klaim ini cepat terbantahkan oleh layanan proctoring, tetapi hal itu justru membantu perusahaan mendapatkan perhatian dan pendanaan signifikan. Lee percaya bahwa dalam media sosial saat ini, perhatian menjadi satu-satunya mata uang yang berarti. Ia menunjukkan contoh figur publik yang sering memicu kontroversi dan menyarankan startup harus berani ekstrem, otentik, dan personal agar bisa menonjol. Meskipun Cluely sudah mendapatkan dana 15 juta dari Andreessen Horowitz, Lee enggan membocorkan data pendapatan dan pengguna secara spesifik, hanya mengatakan bahwa performa mereka lebih baik dari ekspektasi, namun bukan yang tercepat pertumbuhannya.

Analisis Ahli

Andrew Chen
Konten yang bisa viral dan distribusi yang sukses adalah kunci untuk startup yang ingin meledak secara cepat di pasar yang jenuh.
Naval Ravikant
Keaslian dan personal branding saat ini lebih penting daripada reputasi tradisional dalam membangun bisnis digital.