Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bahaya Browser AI: Risiko Keamanan dan Privasi di Era ChatGPT dan Copilot

Teknologi
Keamanan Siber
TheVerge TheVerge
30 Okt 2025
64 dibaca
2 menit
Bahaya Browser AI: Risiko Keamanan dan Privasi di Era ChatGPT dan Copilot

Rangkuman 15 Detik

Peramban AI membawa potensi inovasi tetapi juga meningkatkan risiko keamanan.
Kerentanan dalam peramban AI bisa dimanfaatkan oleh penyerang untuk mendapatkan akses data sensitif.
Pengguna perlu berhati-hati dan mempertimbangkan untuk menggunakan fitur AI hanya saat benar-benar diperlukan.
Browser web kini semakin mengadopsi kecerdasan buatan untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih interaktif, seperti ChatGPT Atlas dan mode Copilot milik Microsoft Edge. Fitur baru ini bisa membantu menjawab pertanyaan, meringkas halaman, dan mengambil tindakan, membuat penggunaan internet jadi lebih mudah dan praktis. Namun, kemajuan ini juga membawa risiko besar berupa kerentanan keamanan yang memungkinkan hacker memanfaatkan celah seperti injeksi prompt berbahaya dan pengambilan data dari memori AI di browser. Beberapa kelemahan baru telah ditemukan dan dapat digunakan untuk menyelinapkan kode jahat atau mengambil alih kontrol. Bahaya lain yang serius adalah karena AI di browser menyimpan banyak data pribadi, mulai dari riwayat browsing, email, pencarian, hingga percakapan AI, yang menciptakan profil pengguna yang sangat rinci. Hal ini memperbesar risiko data dicuri atau disalahgunakan bersama informasi sensitif lain seperti detail kartu kredit yang tersimpan. Para ahli keamanan memperingatkan bahwa banyak kerentanan belum ditemukan dan pengujian yang ketat masih minim karena serbuan cepat teknologi ini ke pasar. Keamanan yang belum matang menjadikan pengguna lebih rentan terhadap serangan yang bisa berkembang dalam berbagai bentuk, terutama melalui agent AI yang bertindak otomatis. Sebagai solusinya, disarankan agar pengguna membatasi penggunaan fitur AI hanya jika sangat diperlukan dan selalu memberikan pengawasan ketat agar AI tidak mengakses situs berbahaya atau melakukan tindakan tanpa izin. Browser juga harus menyediakan mode bebas AI secara default untuk mengurangi risiko.

Analisis Ahli

Hamed Haddadi
Pasar yang terburu-buru mengimplementasikan browser AI tanpa pengujian menyeluruh membuka peluang besar bagi eksploitasi dan serangan siber.
Yash Vekaria
AI browser menyimpan data pribadi secara lebih luas, menjadikannya target utama untuk pelacakan dan pencurian informasi sensitif.
Lukasz Olejnik
Kita kembali melihat pola serangan awal teknologi baru seperti makro Office atau ekstensi browser yang rentan, dan ini akan berulang dengan browser AI.
Shujun Li
Kerentanan zero-day akan meningkat secara eksponensial karena kompleksitas AI agent, serta keterlambatan dalam deteksi yang berpotensi menyebabkan pelanggaran besar.