AI summary
Kesuksesan 'KPop Demon Hunters' menciptakan peluang besar dalam merchandising. Berkolaborasi dengan dua perusahaan mainan memungkinkan Netflix untuk menjangkau berbagai segmen penggemar. Merchandise yang sukses dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi pendapatan Netflix. Film animasi 'KPop Demon Hunters' yang tayang di Netflix berhasil menjadi tontonan terpopuler sepanjang sejarah platform tersebut, dengan lebih dari 325 juta penonton dalam waktu tiga bulan. Kesuksesan ini membuat Netflix bermitra dengan dua perusahaan mainan besar, Hasbro dan Mattel, untuk membuat berbagai merchandise yang menarik bagi penggemar lintas usia dan demografi.Netflix membagi hak produksi merchandise kepada kedua perusahaan tersebut sesuai kekuatan mereka masing-masing. Hasbro akan membuat produk seperti board games, mainan elektronik, dan roleplaying, sementara Mattel fokus memproduksi boneka, action figure, dan aksesoris. Strategi ini dilakukan agar merch bisa menjangkau beragam penggemar dari berbagai kalangan.Meskipun merchandise baru akan mulai dijual pada musim semi 2026, kemitraan ini dipandang sebagai peluang besar untuk menghasilkan pendapatan lisensi yang menguntungkan tanpa Netflix harus menanggung biaya produksi langsung. Contohnya, Disney berhasil meraup lebih dari 1 miliar dolar dari penjualan merchandise Star Wars.Selain itu, kesuksesan lagu 'Golden' yang berhubungan dengan film ini juga membawa perhatian lebih pada franchise, walaupun popularitasnya mulai menurun setelah ditumbangkan lagu dari Taylor Swift. Netflix juga sedang dalam proses negosiasi dengan Sony untuk kemungkinan sekuel di masa depan agar franchise tetap hidup.Sementara itu, investor Netflix kemungkinan akan lebih fokus pada faktor-faktor jangka pendek yang mempengaruhi saham. Pendapatan dari merchandise ini baru akan dapat dilihat dampaknya setelah kuartal kedua tahun 2026. Namun, langkah Netflix ini tetap menunjukkan upaya strategis untuk memaksimalkan keuntungan dari kesuksesan film.
Netflix melakukan langkah cerdas dengan mendiversifikasi pendapatan melalui lisensi merchandise, memanfaatkan kekuatan produksi dari dua perusahaan mainan besar untuk menjangkau pasar yang luas dan beragam. Namun, menunggu dua tahun untuk merchandise debut bisa menjadi risiko terkait ketahanan minat pasar, sehingga inovasi lanjutan dan pengembangan sekuel harus jadi prioritas untuk mempertahankan momentum.