Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

21Shares Ajukan ETF HYPE untuk Berikan Akses Mudah ke Token DeFi Populer

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (4mo ago) cryptocurrency (4mo ago)
29 Okt 2025
115 dibaca
2 menit
21Shares Ajukan ETF HYPE untuk Berikan Akses Mudah ke Token DeFi Populer

Rangkuman 15 Detik

21Shares mengajukan S-1 untuk meluncurkan ETF yang melacak HYPE, token dari jaringan Hyperliquid.
ETF ini bertujuan memberikan eksposur kepada investor institusi terhadap kinerja pasar HYPE dan imbal hasil staking.
Coinbase Custody dan BitGo Trust akan memastikan keamanan penyimpanan aset dalam ETF ini.
Perusahaan manajemen aset 21Shares US LLC baru-baru ini mengajukan dokumen resmi S-1 ke SEC untuk meluncurkan ETF baru bernama 21Shares Hyperliquid. ETF ini dirancang untuk mengikuti harga dan hasil staking token HYPE, yang merupakan token asli dari jaringan Hyperliquid. Ini adalah langkah strategis 21Shares dalam mengembangkan produk ETF yang berfokus pada DeFi, menjangkau investor institusional dengan solusi investasi yang lebih terstruktur dan aman. ETF Hyperliquid ini dibentuk sebagai Delaware statutory trust. Keunikan produk ini adalah tidak memakai leverage atau derivatif, melainkan hanya mengandalkan data harga dari berbagai bursa utama untuk menyesuaikan kinerja token HYPE. Selain itu, dana ETF berpotensi memperoleh tambahan hasil dari staking token HYPE, dengan ketentuan bahwa aturan regulasi terkait staking dan penggunaan token likuid staking sudah jelas. Dalam pengelolaan dan keamanan aset, Coinbase Custody dan BitGo Trust akan bertindak sebagai kustodian yang bertanggung jawab atas penyimpanan token dengan metode cold storage. Selain itu, proses pembuatan dan penebusan saham ETF akan berjalan melalui authorized participants menggunakan token HYPE atau nilai cash setara. Konsep ini mirip dengan ETF Bitcoin dan Ethereum yang sudah ada di pasar. Selain ETF Hyperliquid biasa, 21Shares juga mengajukan produk ETF leverage 2x untuk HYPE, yang bertujuan memberikan dua kali lipat hasil harian token tersebut menggunakan derivatif. Produk ini jika disetujui, akan menjadi ETF leverage pertama di AS yang melacak protokol DeFi secara langsung. Ada juga pengajuan terkait spot ETF untuk token Injective (INJ) dari 21Shares. Dari sisi harga, token HYPE saat ini diperdagangkan di kisaran Rp 82.46 juta ($49,38) , menunjukkan momentum bullish yang moderat. Indikator teknikal seperti RSI dan MACD mendukung potensi harga untuk menembus resistance antara Rp 818.30 ribu ($49) sampai Rp 835.00 ribu ($50) . Jika berhasil, harga bisa terus naik ke level Rp 918.50 ribu ($55) dan Rp 1.02 juta ($61) dalam waktu dekat. Dengan adanya pengajuan ETF ini, HYPE bisa menjadi pilihan investasi kripto yang menarik untuk 2025.

Analisis Ahli

Chris Burniske
ETF yang menggabungkan staking rewards akan menjadi daya tarik besar, tapi regulasi kustodian dan staking harus jelas agar produk ini bisa sukses secara luas.
Linda Xie
Inklusinya dalam bentuk ETF pasif di AS mungkin akan mendorong likuiditas dan adopsi token DeFi, namun waspadai volatilitas pasar yang tetap tinggi.